Perbankan Ingin BI Rate Turun Lagi
Senin, 04 September 2006 | 02:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kalangan perbankan menyambut baik upaya Bank Indonesia menjajaki kembali penurunan bunga patokan (BI Rate). Perbankan mengharapkan bank sentral menurunkan BI Rate 50 basis poin pada rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia besok.
Direktur PT Bank Internasional Indonesia Tbk. Sukatmo Padmosukarso mengatakan seharusnya BI konsisten dengan target awal membawa BI Rate pada level 10-11 persen pada akhir tahun. "Jadi, kalau besok (rapat Dewan Gubernur BI) menurunkan 25-50 basis poin, saya kira cukup bagus," katanya kepada Tempo di Jakarta kemarin. Dengan penurunan BI Rate sebesar itu, kata dia, pertumbuhan kredit hingga akhir tahun bisa mencapai 10-15 persen.
Dia mengakui penurunan BI Rate bukan satu-satunya pendorong pertumbuhan kredit perbankan. Namun, penurunan bunga patokan itu bisa membuat pasar lebih optimistis. "Perekonomian secara keseluruhan juga akan lebih baik," katanya.
Sejak tahun lalu, BI menaikkan BI Rate hingga 12,75 persen, dan sampai Agustus 2006, BI baru tiga kali menurunkannya. Pada Agustus lalu, BI menurunkan BI Rate 50 basis poin (0,5 persen), tertinggi dibandingkan dengan penurunan-penurunan sebelumnya, yakni 25 basis poin.
Direktur PT Bank Niaga Tbk. Chaterine Hadiman mengharapkan BI bisa menurunkan kembali BI Rate pada rapat Dewan Gubernur BI besok. "Mudah-mudahan bisa turun 50 basis poin," ujarnya.
Menurut dia, penurunan BI Rate secara gradual akan memberikan respons positif ke pasar. Harga obligasi dan pasar modal bisa naik serta penyaluran kredit bisa meningkat. "Ada opini pelaku pasar bahwa penurunan BI Rate masih kurang. Itu karena kita pernah mengalami era bunga tujuh persen," paparnya.
Ekonom senior PT Bank Negara Indonesia Tbk., Ryan Kiryanto, menyatakan, dengan penurunan inflasi Agustus yang cukup signifikan, diharapkan BI akan konsisten menurunkan BI Rate 25-50 basis poin. "Kondisi makroekonomi juga cukup baik," ujarnya.
Suryani Ika Sari (TNR)





