Bea Masuk Produk Primer Tertentu Masih Mungkin Naik
Senin, 04 September 2006 | 15:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah ada kemungkinan menaikkan bea masuk produk primer tertentu, jika kebijakan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen produk itu mengancam produk lokal.
Menurut Ketua Tim Tarif Departemen Keuangan Anggito Abimanyu, hal ini dilakukan menyusul kekhawatiran beberapa kalangan bakal membanjirnya produk primer impor dan membahayakan industri dalam negeri, jika pemerintah jadi membebaskan PPN bagi produk primer dalam waktu dekat. “Sebab, proteksi bagi beberapa produk primer masih dapat dilakukan dengan cara mengenakan bea masuk," kata Anggito Abimanyu kepada pers, Senin (4/9).
Produk primer yang dimaksud antara lain sayur-sayuran dan buah-buahan, biji kakao, daging beku, dan ikan.
Dia menjelaskan, bea masuk beberapa produk yang diterapkan pemerintah selama ini masih jauh dari batasan tarif yang ditetapkan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebesar 40 persen. "Jadi masih ada ruangan, kalau diperlukan perlindungan sementara," ucapnya. Sayang, Anggito enggan menyebutkan beberapa komoditas yang dimaksud.
Soal kapan pembebasan PPN produk primer diberlakukan, dia menjawab, masih dalam pembahasan. "Nanti saja, karena masih ada beberapa produk yang dibahas di rapat koordinasi terbatas. Mudah-mudahan dalam waktu dekat," tutur dia.
Ia menyatakan, Menteri Keuangan akan segera mengajukan daftar produk primer yang bebas PPN kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution berpendapat, penghapusan PPN produk primer, jika tidak hati-hati, malah bisa menghancurkan produk lokal di pasar dalam negeri. "Kami mengingatkan
departemen-departemen, jika suatu produk tidak kena PPN, maka PPN impornya
juga tidak kena. Itu berarti banyak produk impor, misalnya buah-buahan, yang masuk tanpa kena PPN impor. Apa kita siap bersaing," ujar Darmin.
Karena itu, lanjut Darmin, pemerintah melakukan kaji ulang atas produk-produk ang akan dibebaskan dari pungutan PPN. "Sedang direview lagi semua sehingga ini belum final. Artinya produk apa saja yang bebas PPN.” RR ARIYANI





