Investasi Industri Alas Kaki Tumbuh Lambat
Rabu, 06 September 2006 | 01:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Investasi sektor industri alas kaki tumbuh lambat selama tiga tahun terakhir. Padahal sebelumnya, Asosiasi Persepatuan Indonesia memperkirakan tahun ini investor asing akan meramaikan industri alas kaki nasional.
"Investor menilai biaya investasi di Indonesia terlalu mahal," kata Harijanto, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Persepatuan Indonesia.
Dia mencontohkan, untuk membuat instalasi listrik misalnya, investor harus membangun gardu berikut travo listrik sendiri senilai Rp 2,4 miliar.
Struktur biaya produksi di Indonesia, menurut Harijanto, ternyata juga lebih mahal jika dibanding negara lain seperti Cina dan Vietnam. "Bedanya bisa 10 persen," katanya.
Karena itu, banyak investor yang akhirnya memilih negara-negara seperti Cina atau Vietnam.
Data asosiasi menyebutkan, pada 2003 nilai investasi di sektor alas kaki nasional mencapai Rp 1,74 miliar. Pada 2004 dan 2005, hanya terjadi kenaikan tipis, masing-masing Rp 1,75 miliar dan Rp 1,76 miliar.
Fery Firmansyah





