Garuda Indonesia Evaluasi 45 Rute

Rabu, 06 September 2006 | 13:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Garuda Indonesia sedang mengevaluasi 45 rute merugi baik rute domestik maupun internasional. Langkah ini dilakukan sebagai upaya restrukturisasi dan syarat yang harus dilakukan Garuda untuk memperoleh dana penyertaan modal pemerintah Rp 1 triliun.

“Tim ini dibentuk pekan kemarin dan bekerja selama satu bulan untuk mengevaluasi rute-rute mana yang perlu dicoret,” kata Direktur Operasi Garuda Indonesia Ari Sapari kepada Tempo, Rabu (6/9).

Langkah efisiensi lainnya, kata dia, melakukan penghematan terhadap penggunaan bahan bakar terutama untuk rute-rute yang tidak terlalu komersial. Saat ini Garuda menerbangi 65 rute. Ada 20 rute baru yang termasuk rute menguntungkan.

Dia menjelaskan, rute domestik yang merugi, rute Yogyakarta-Denpasar. Sebab faktor keterisian penumpang atau load factor hanya 68,4 persen dengan faktor keterisian impas 92,4 persen. Rute seperti ini kemungkinan dicoret atau dikurangi intensitas penerbangannnya. Rute international yang paling merugi, yaitu Denpasar-Osaka dengan faktor keterisian 49,7 persen dan faktor keterisian impas 76,1 persen. “Kami akan meningkatkan jumlah penerbangan di rute-rute yang menguntungkan.”

Rute domestik yang paling menguntungkan adalah Jakarta-Balik Papan dengan faktor keterisian penumpang 73,5 persen dan faktor keterisian impas 65,1 persen. Rute Jakarta-Jeddah merupakan rute international yang paling menguntungkan. Faktor keterisiannya 85,4 persen dengan faktor keterisian impas 79 persen.

Untuk meningkatkan kemampuan dengan maskapai lain, Garuda juga sedang mengkaji kebijakan penurunan harga tiket yang selama ini dinilai lebih mahal dibandingkan maskapai lainnya, terutama maskapai berbiaya murah atau low cost cariers seperti Air Asia. “Dengan harga yang lebih kompetitif, Garuda bisa mendongkrak jumlah rute yang menguntungkan,” tutur Ari. Anton Aprianto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: