Data Beras Dinilai Masih Kacau

Sabtu, 09 September 2006 | 15:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ahli Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor Bustanul Arifin mengatakan data perberasan di Indonesia masih kacau. "Metodologi pengumpulan data perberasan masih sangat kacau," ujarnya di Jakarta hari ini.

Selama ini, kata Bustanul, pemerintah masih mengandalkan mantri pertanian untuk mengumpulkan data produksi beras yang akurasinya dipertanyakan. Untuk konsumsi, pemerintah hanya memperhitungkan konsumsi rumah tangga saja.

Ketua Umum Dewan Tani Indonesia Ferry Juliantono senada dengan Bustanul. "Data yang ada sekarang tidak meyakinkan," ujarnya.

Menurutnya, ada kesimpangsiuran data dari Badan Pusat Statistik dan Departemen Pertanian. "Ini disengaja agar ada pintu masuk dari pemerintah untuk melakukan impor beras," katanya. Ia menilai tidak ada ketegasan dari pemerintah untuk membangun database perberasan yang baik.

Data dari Departemen Pertanian yang dilaporkan kepada DPR menunjukkan surplus beras sebanyak 100 ribu ton. Sedangkan menurut data dari Bank Dunia, Indonesia suplus sebesar 3,5 juta ton.

Sofian






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: