Keputusan Impor Beras Tidak Didukung Data
Sabtu, 09 September 2006 | 20:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum Dewan Tani Indonesia (DTI) Ferry Juliantono mengatakan, keputusan pemerintah mengeluarkan izin impor 210 ribu ton beras tidak didukung data yang menyakinkan.
Pada akhir Agustus lalu, kata Ferry, Menteri Koordinator Perekonomian mengadakan rapat koordinasi perberasan di Bandung. Dari 33 propinsi di Indonesia, hanya tiga propinsi yang menyatakan kekurangan stok beras dan membutuhkan operasi pasar, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Riau, dan Kalimantan Timur.
Lalu, pemerintah memberikan waktu 10 hari agar daerah melakukan pemuktahiran data. "Namun, belum sampai tenggat waktu itu atau pada 4 September lalu, Menteri Perdagangan mengeluarkan izin impor kepada Perum Bulog," kata Ferry, di Jakarta, hari ini.
Karena itu, keputusan impor beras tidak didukung data yang menyakinkan tentang stok beras yang dimiliki daerah. “Saya melihat pemerintah tidak konsisten,” ujar Ferry.
Sofian





