Cadangan PLN Diturunkan
Senin, 11 September 2006 | 12:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
PT PLN (Persero) menurunkan cadangan listrik sistem Jawa Bali hingga tinggal separuh yakni 300 megawatt. Sebab, pemakaian bahan bakar minyak pada semester pertama lalu sudah 56 persen dari kuota yang ditetapkan pemerintah, sekitar 9,2 juta kilo liter.
General Manager Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (P3B) Muljo Adji mengatakan, cadangan listrik diturunkan untuk menghemat pemakaian BBM. "Dari pada memadamkan listrik pelanggan, sejak akhir Agustus kami kurangi saja cadangannya," kata dia di Jakarta hari ini.
Dia menjelaskan, harga BBM semakin meningkat berbeda jauh dengan yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PLN 2006 sebesar Rp 5000 per liter. Harga saat ini mencapai Rp 6300, padahal setiap kenaikan harga Rp 100 per liter maka PLN harus menambah biaya Rp 640 juta.
"Tambahannya bisa sekitar Rp 7 triliun lebih, padahal anggaran kami terbatas," katanya.
Muljo menambahkan, pengurangan cadangan ini cukup berisiko, terutama jika ada kerusakan pada pembangkit, bisa terjadi pemadaman. Cadangan listrik biasanya ditetapkan sekitar 600 MW atau kapasitas pembangkit terbesar yang dimiliki PLN.
Penurunan cadangan ini, lanjut dia, diperkirakan hingga akhir tahun. Sebab, tahun depan tiga pembangkit berbahan bakar non BBM yaitu PLTGU Cilegon, PLTU Cilacap dan PLTU Tanjung Jati B mulai beroperasi penuh.
Untuk PLTGU Cilegon, menurut dia, gas yang dialirkan baru 43 juta kaki kubik per hari, lebih rendah dari kontrak dengan CNOOC yakni 80 juta kaki kubik per hari. "Dari kapasitas 740 MW, baru 270 MW yang bisa dioperasikan seharusnya naik bertahap September ini," katanya.
MUHAMMAD FASABENI





