Parlemen dan Pemerintah Sepakati Asumsi Dasar Makro Ekonomi

Selasa, 12 September 2006 | 14:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Panitia anggaran DPR menyepakati perubahan enam dasar asumsi ekonomi makro. Ketua Panitia Anggaran Emir Moeis mengatakan, perubahan asumsi dasar ini menyebabkan perubahan APBN 2006. “Perubahan ini sudah disepakati oleh panitia anggaran, peemrintah dan Bank Indonesia,” katanya dalam paripurna rapat di Jakarta hari ini.

Dia mengatakan, perubahan ini menyangkut pertumbuhan ekonomi yang disepakati 5,8 persen. Angka ini lebih rendah 0,4 persen dari APBN 2006 sebesar 6,2 persen. Nilai tukar rupiah disepakati 9.300 per dolar AS. “Dalam APBN 2006, nilai tukar 9.900 per dolar,” kata politikus PDI P ini.

Panitia anggaran juga menyepakati suku SBI tiga bulan 12 persen. Angka ini lebih tinggi 2,5 persen dari APBN sebesar 9,5 persen. Harga minyak, kata dia, disepakati menjadi US$ 64 per barel, lebih tinggi US$ 7 per barel dari APBN 2006. Produksi minyak juga disepakati 1 juta barel per hari, lebih rendah 0,05 juta barel per hari dalam APBN 2006.

Produk domestik bruto juga disepakati menjadi Rp 3.119 triliun, lebih tinggi Rp 78,301 triliun dari APBN yang besarnya Rp 3.040,771 trliun. Untuk tingkat inflasi, panitia dan pemerintah sepakat angka 8 persen. “Sama dengan APBN 2006.”

Pramono






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: