Potensi Televisi Berlangganan Tinggi

Rabu, 13 September 2006 | 00:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Peluang televisi berlangganan untuk berkembang sangat besar. Sebab penonton televisi di Indonesia sudah mulai jenuh dengan acara yang ditayangkan stasiun televisi tidak berlangganan. Apalagi banyak tema acara yang sama diantara televisi tidak berlangganan.

Manager Marketing Service AGB Nielsen Media research Ardiansyah mengatakan hasil survei AGB Nielsen Media Research menyebutkan lebih dari 50 persen acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi tidak berlangganan adalah acara yang serupa.

Dia mencontohkan, pada jam tanyang utama atau pukul 18.00-21.00 WIB hampir seluruh stasiun televisi tidak berlangganan menayangkan sinetron. Sedangkan pada pagi hari menayangkan berita kriminal. Begitu juga dengan infotainment yang materinya berulang-ulang.

Kejenuhan penonton ini, kata Ardiansyah, dapat dimanfaatkan penyelenggara televisi berlangganan untuk mengambangkan usahanya. Karena program siaran yang ditawarkan lebih beragam.

Eko Nopiansyah

Ardiansyah juga mengatakan, dari survei itu juga terungkap bahwa 64 persen tayangan sinetron tidak mendidik, 59,6 persen tayangan mistis tidak mendidik, dan 73 persen tayangan infotainment tidak mendidik. Tak heran bila lebih dari 50 persen responden menginginkan tayangan itu diganti dengan program berita dan acara anak-anak.

Responden, kata dia, juga tidak setuju dengan adegan kekerasan dalam sinetron dan berita kriminal. “Tapi anehynya tayangan ini masuk dalam top 10 program dengan rating tertinggi,” ujarnya, di Jakarta kemarin.

Soalnya, stasiun program itu ditanyangkan pada prime time. Pada saat itu sebagian besar masyarakat mulai menikmati tayangan televisi, sehingga masyarakat terkesan dipaksa untuk menyaksikan program itu.

Survei itu, kata dia, menggunakan sistem telebus survey atau survei melalui mewawancarai telepon. Survei ini dikaitkan dengan Television Audience Measurement terhadap 500 responden di 9 kota, yaitu DKI Jakarta dan sekitarnya, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya dan sekitarnya, Yogyakarta dan sekitarnya, Makassar, Palembang, dan Denpasar.

Eko Nopiansyah






Komentar Anda

Kirim