Pemerintah Jamin Harga Kebutuhan Pokok Stabil
Jum'at, 15 September 2006 | 15:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menjamin harga kebutuhan pokok menjelang bulan puasa stabil.
"Kami juga menjamin stok dan distribusi lancar supaya harga-harga menjelang puasa dan Lebaran aman," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu seusai inspeksi mendadak di Pasar Grogol, Jakarta Barat, hari ini.
Mari menegaskan, stok barang harus cukup. Transportasi pun tidak boleh terganggu. Terlebih lagi, peristiwa puasa dan Lebaran itu berbarengan dengan musim hujan. “Jika terjadi banjir, harga-harga bisa melonjak. Ini yang harus diantisipasi,” katanya.
Dalam rangka pengamanan harga ini, dia memastikan, Departemen Perdagangan terus berkoordinasi dengan berbagai departemen terkait, mlai dari Departemen Perindustrian, Departemen Perhubungan, serta Departemen Pekerjaan Umum.
Dari hasil inspeksi tadi, Mari menyimpulkan, harga kebutuhan pokok seperti: beras, gula, dan minyak goreng rata-rata stabil. "Kecuali daging ayam. Malah beras mengalami penurunan karena di awal tahun sudah naik terlebih dahulu," tuturnya.
Terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Ardiansyah S. Parman mengatakan, harga gula saat ini relatif stabil di Rp 5.500 per kilogram.
Berdasar pantauan Tempo di beberapa kios di Pasar Grogol hari ini, harga kebutuhan pokok memang realtif stabil. Harga beras turun selama sepekan ini. Beras termurah turun dari Rp 4.500 menjadi Rp 4.300 per kilogram. Sedang untuk beras kualitas bagus (Pandan Wangi) stabil di kisaran Rp 5.000 per kilogram. Harga minyak goreng curah stabil di kisaran Rp 6.000 per kilogram. Untuk minyak goreng kemasan dijual Rp 12.500 per dua liternya.
Harga gula pasir dalam kemasan pun stabil di harga Rp 6.000 per kilogram. Sedangkan, gula pasir lokal harganya di bawah Rp 6.000 per kilogram. Sementara, harga telur naik dalam empat hari belakangan ini dari Rp 7.500 ke Rp 8.500 per kilogramnya.
Harga daging sapi stabil di kisaran Rp 48.000 per kilogram. Sedangkan untuk daging ayam negeri, naik dari yang harganya Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 14.500 per kilogram.
RR ARIYANI





