IFC: Korupsi Hambatan Utama Investasi di Indonesia
Jum'at, 15 September 2006 | 16:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Executive Vice President International Finance Corporation Lars Thunell mengatakan, daya tarik investasi di Indonesia masih termasuk rendah.
"Iklim investasi masih belum terlalu baik dan korupsi adalah hambatan utama untuk melakukan investasi," ujar Thunell di Jakarta.
Menurut dia, walaupun pemerintah telah melakukan berbagai usaha dalam pemberantasan korupsi, perubahan citra Indonesia di mata internasional tidaklah mudah.
"Persepsi investor asing terhadap Indonesia sangat penting untuk diubah agar lebih positif," ujarnya.
Indonesia, Thunell menambahkan, juga perlu melakukan penyederhanaan dalam proses perizinan investasi. Pasalnya, menurut dia, meskipun pemerintah sudah berhasil mempersingkat waktu dari 150 hari menjadi 90 hari tapi seharusnya proses izin itu bisa lebih sederhana lagi.
Pemerintah juga perlu mengatasi hambatan lainnya seperti infrastruktur. Pembangunan infrastruktur haruslah menjadi prioritas. "IFC tertarik untuk mendukung dan berinvestasi dalam sektor ini,"ujarnya.
Dalam kunjungan selama dua hari di Indonesia, Thunell bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam pertemuan itu dia membicarakan tentang perbaikan iklim investasi di Indonesia serta mengenai beberapa proyek infrastruktur, seperti transportasi, listrik, dan proyek perumahan.
Sofian





