PGN Siapkan Rp 1,8 Triliun di Proyek Energi CBM
Jum'at, 15 September 2006 | 16:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. menggandeng Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mengembangkan energi coal bed methane (CBM). Ditarget proyek ini dimulai tahun depan dan berproduksi 2009.
Direktur Utama PGN W.M.P. Simandjuntak mengatakan, dibutuhkan dana sekitar US$ 200 juta atau Rp 1,8 triliun untuk pengembangan CBM hingga bisa menghasilkan gas setara 200 juta kaki kubik per hari. "Soal dana kami bisa siapkan," kata Simandjuntak kepada pers, Jumat (15/9).
CBM merupakan gas metana yang terperangkap dalam lapisan batu bara. Cadangan energi ini di Indonesia lumayan besar yakni sekitar 453 triliun kaki kubik gas metana .
Dia menjelaskan, dalam tempo 3 tahun, perseroan akan melakukan persiapan mulai dari eksplorasi sampai produksi. Untuk memproduksi 200 juta kaki kubik per hari, perlu mengebor lebih dari 200 sumur.
Sumatera Selatan mempunyai cadangan CBM tersedia sekitar 185 triliun kaki kubik. Perhitungan PGN, jika 10 persen i cadangan CBM itu bisa terbukti, maka bisa didapat 18 triliun kaki kubik atau setara 10 juta ton gas alam cair (LNG).
Simandjuntak menambahkan, kerja sama ini merupakan proyek strategis bagi negara. Sebab dapat menambah ketersediaan sumber gas bumi hingga 50 tahun ke depan. "CBM ini bisa dialirkan lewat pipa gas, tinggal menambah tekanannya," ujarnya.
PGN akan mengembangkan CBM, khususnya di daerah yang potensial dan dilewati jalur pipa transmisi gas bumi seperti di Musi Rawas. Saat ini PGN sedang menyelesaikan pipa transmisi gas bumi Sumatera Selatan-Jawa Barat fase I sepanjang 450 km dan fase 2 sepanjang 661 km dengan kapasitas 1.000 juta kaki kubik per hari. Dijadwalkan fase 1 beroperasi November tahun ini dan fase 2 pada Maret 2007.
Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti menyatakan kerja sama ini sangat penting. Sebab dari potensi CBM di Sumatra Selatan 183 triliun kaki kubik, potensi Musi Rawas mencapai 30 persen. "Daya tarik lain, wilayah kami dilewati pipa gas," ujarnya.
Dia menjelaskan, untuk pelaksana pengeboran akan menggandeng perusahaan minyak. Kemungkinan besar Santos sebab perusahaan ini berpengalaman memproduksi CBM.
Ridwan menambahkan dalam waktu dekat diberikan izin prinsip untuk penyelidikan umum pada lahan seluas 300 ribu hektare. Lalu disiapkan lahan untuk eksplorasi sekitar 100 ribu hektare. "Untuk eksploitasinya sekitar 20 ribu hektare."muhamad fasabeni





