Menjelang Puasa, Pasokan Bibit dan Daging Ayam Dijamin Aman
Jum'at, 15 September 2006 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Masyarakat Perunggasan menjamin pasokan daging ayam menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri aman. Ini termasuk pasokan bibit ayam bagi peternak mandiri yang tidak mempunyai fasilitas pembibitan.
“Pasokan daging ayam aman. Dalam 50 hari ke depan, pasokan akan mencapai 195-210 ribu ton. Ini 15-20 persen di atas permintaan, Begitu juga bibit ayam,” kata Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) Don Utoyo dalam siaran persnya pada Tempo, Jumat (15/9).
Don menjelaskan, sebab dalam 50 hari ke depan, bakal ada pasokan dari hasil panen ayam broiler kira-kira 20 juta ekor per pekan atau sekitar 170-180 ton. Ini ditambah dari ayam petelor yang tidak produktif sebanyak 25-30 ribu ton.
Oleh karena itu, lanjut dia, tidak ada lagi pihak yang melontarkan isu mengenai terjadinya kelangkaan pasokan daging ayam dan bibit ayam. “Pasokan bibit ayam dan daging ayam aman. Kekhawatiran itu hanya memicu spekulasi dan menodorong kenaikan harga, terutama menlanag hari raya Idul Fitri,” ujarnya.
Berdasarkan data FMPI, dalam beberapa bulan terakhir, harga ayam broiler hidup dan potong mulai membaik sampai di atas Rp 10.000 per kilogram. Ini lebih baik dari Mei lalu yang sempat menurun drastis pada level Rp 7.000-8.000 per kilogram.
Soal perkembangan harga bibit ayam atau day of chicken (DOC), lanjut Don, memang terjadi kenaikan sejak Juni lalu dan mencapai puncaknya saat pekan terakhir Agustus lalu Rp 4.000 per ekor. Namun, dalam beberapa hari ini, harga DOC mulai turun menjadi Rp 3.700 per ekor. Tahun ini pasokan DOC hanya sekitar 20 juta ekor per pekan atau lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 23-24 juta per pekan. syakur usman





