Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Adhi Karya Harus Bayar Dividen
Sabtu, 16 September 2006 | 01:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menolak permintaan PT Adhi Karya Tbk. untuk tidak membayarkan dividen. Sebab, perusahaan milik negara itu meraup untung.

Sekretaris Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Said Didu memaparkan, permintaan perseroan itu tidak relevan dengan kondisi keuangannya. Tahun lalu, kata dia, Adhi Karya untung Rp 90 miliar. Dividen yang harus dibayar ke pemerintah sebesar 30 persen laba atau Rp 30 miliar.

"Logikanya dimana, dia minta tidak membayar dividen Rp 30 miliar, sementara dia bilang mau mencari dana Rp 1,6 triliun (melalui right issue)," papar Said di Jakarta kemarin.

Said menekankan, perusahaan BUMN memang bertugas mencari keuntungan sebesar-besarnya untuk memberikan dividen setinggi-tingginya ke pemegang saham. "Adhi Karya harus bayar dividen ke pemerintah," tegasnya.

Tambahan lagi, kata Said, kalau BUMN meminta untuk dibebaskan dari pembayaran dividen, itu harus disetujui Dewan Perwakilan Rakyat selain pemerintah.

Lebih lanjut, Said mempertanyakan manajemen Adhi Karya yang tetap ngotot ingin mencari dana lewat penerbitan saham baru (right issue). Sebab, aksi korporasi ini berakibat pada bakal berkurangnya saham pemerintah. "Apa Adhi Karya ingin jadi milik swasta?"

Menurut dia, sebaiknya manajemen Adhi Karya melakukan akuisisi dulu beberapa anak perusahaannya. Akusisi ini bisa membuat porsi kepemilikan saham pemerintah menjadi lebih besar. "Setelah akuisisi baru bisa right issue," kata Said.

Permintaan dividen nol persen dilontarkan Direktur Keuangan Adhi Karya M. Choliq kepada pers, Kamis lalu. Alasannya dia, agar perseroan bisa tumbuh 37,50 persen. Pembebasan dividen ini, kata dia, kalau pemerintah tidak menyetujui rencana right issue.

l MARLINA MS

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
Mengkaji Hoki Berjodoh | 14 Pebruari 2005
Juragan Baru Para Pekerja | 07 Pebruari 2005
Dua yang Terseret Global | 03 Januari 2005
Sopir Baru Bank Mandiri  | 10 November 1998
Bisnis Sepekan | 23 Maret 1999
Gelombang Terjal Menerpa Grosbeak  | 16 Maret 1999
Bisnis Sepekan | 29 November 2004
Kredit Seret Jangan Gelondongan | 29 November 2004
Bisnis Sepekan  | 15 Desember 2003
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Penerangan, Harmoko pada acara pelantikan Direktur Utama (Dirut) TVRI di Departemen Penerangan (Deppen), Jakarta, 1992. [TEMPO/ Hidayat SG; 12D/077/1992; 20030410]. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN), Laksamana Sukardi (kiri) dan Dirut BRI, Rudjito (kanan) dalam acara paparan publik PT Bank Rakyat Indonesia/ BRI (Persero) di Jakarta, Senin, 13 Oktober 2003. [TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20031013].
Harmoko
Laksamana Sukardi dan Rudjito
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Semen Gresik Usulkan Dividen 35 Persen
BUMN Rugi Akan Dibubarkan
Direktur PT.Industri Sandang Nusantara Jadi Tersangka Korupsi
Bapepam Siap Bantu Pemeriksaan Korupsi di BUMN
Meneg BUMN Segera Bertemu Jaksa Agung
Pemerintah akan Reaktivasi Negosiasi dengan ExxonMobil
BTN Minta Wacana Merger Dihentikan
Penyelamatan Kertas Aceh, Pemerintah Pilih Kerjasama Operasi
Sugiharto Tidak Bantah Pergantian Direksi Garuda dan Merpati
Pemerintah Tak Akan Beli Kembali Aset BUMN yang Terjual
> selengkapnya...

Referensi

Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Profil Syafruddin Arsyad Temenggung
PP RI No.61 Thn. 2003 Tentang Perubahan Atas PP No.7 Thn.2003 Tentang Pendirian Perusahaan Umum (PERUM) BULOG
PP RI No.27 Thn.2003 Tentang Penjualan Sahan Milik Negara RI Pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT.Bank Mandiri
PP RI No.26 Thn.2003 Tentang Penambahan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Sahan Perusahaan Perseroan (Persero) PT.Bank Mandiri
> selengkapnya...

Website

Kementerian BUMN

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk84172 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< September,2006>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data