Sari Husada Akan Keluar dari Bursa Efek
Rabu, 20 September 2006 | 14:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Sari Husada Tbk. berencana menjadi perusahaan tertutup (go private) dari sebelumnya perusahaan terbuka. Produsen susu ini juga secara sukarela ingin menghapuskan pencatatan sahamnya dari bursa efek (delisting). Hari ini Bursa Efek Jakarta (BEJ) lansung menghentikan perdagangan sahamnya berkode SHDA di bursa.
Sekretaris Perusahaan Sari Husada Yeni Fatmawati kepada Tempo kemarin membenarkan rencana keluar dari bursa tersebut. "Alasan rencana itu sudah disampaikan kepada BEJ," katanya.
Sari Husada merupakan perusahaan milik Nutricia Investment BV, anak perusahaan Numico Belanda, dengan kepemilikan saham 93,44 persen. Investor publik lokal dan asing hanya mengusai 1,33 persen. Selebihnya saham ada di dalam portepel.
Direktur Utama Sari Husada Budi Isman dalam penjelasan ke BEJ menyatakan, alasan ke luar dari bursa karena saham Sari Husada di bursa dalam beberapa tahun terakhir tidak likuid. Volume perdagangan rendah sehingga pencatatan saham perseroan tidak bermanfaat bagi pasar modal dan investor.
Sari Husada, kata dia, tak memiliki rencana menghimpun dana dari pasar modal di masa datang. Itu sejalan dengan strategi Nutricia, pemegang saham mayoritas. Sari Husada hanya akan mendapat pendanaan dari Nutricia dan afilisasi atau bank-bank yang ditunjuk pemegang saham. "Pemegang saham mayoritas ingin mensinkornisasikan kebijakan pendanaan anak perusahaan di seluruh dunia, termasuk di Sari Husada," katanya.
Kepala Divisi Perdagangan BEJ Supandi menjelaskan, BEJ menghentikan sementara perdagangan saham Sari Husada mulai sesi pertama kemarin hingga batas waktu yang belum ditentukan. "Kami sedang meminta penjelasan lebih lanjut," katanya.
Padjar Iswara





