Emil Salim: Relokasi Industri Tidak Mudah
Jum'at, 22 September 2006 | 15:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim menilai perubahan suatu kawasan menjadi kawasan industri seharusnya tidak mudah. Sebab, perencanaan kawasan industri sarat dengan perhitungan analisis dampak lingkungan sebelumnya.
Menurut Emil, mengubah kawasan menjadi kawasan industri akan mengubah rencana tata ruang yang sudah dibuat. "Seharusnya tidak mudahHarusnya tidak mudah, karena banyak biaya termasuk dampak lingkungan yang harus dihitung," ujarnya Salim kepada Tempo, Kamis (21/9).
Pernyataan Emil menanggapi usul Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang akan memindahkan pabrik ke kawasan industri. Relokasi industri dipastikan akan mengubah tata ruang.
Emil mengatakan, pemindahkan kegiatan usaha ke kawasan industri tidak masuk akal. "Suatu usaha pasti telah melakukan perhitungan-perhitungan untuk memilih lokasi," katanya. Biaya yang dikeluarkan untuk memindahkan industri juga tidak sedikit. "Hal ini memberatkan sektor riil."
Pemerintah, kata Emil, seharusnya tidak membuat kebijakan yang dapat menghambat kegiatan investasi. "Kalau mau mewajibkan relokasi, tujukan pada industri baru. Biarkan industri lama tetap pada kawasannya," ujarnya.
Pengamat ekonomi Fadhil Hasan mengatakan, relokasi industri dari sisi bisnis tidak menguntungkan. "Investor bisa lari dari Indonesia dan lebih memilih negara yang tidak kaku dalam mengatur industrinya," katanya.
RR ARIYANI





