50 Bank Swasta Nasional Dalam Kondisi Tidak Sehat

Senin, 25 September 2006 | 21:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengungkapkan, dari 131 bank yang ada saat ini, 50 bank swasta nasional dalam kondisi tidak sehat.

"Mereka terlalu kecil dan sulit bersaing di dalam dan di luar negeri," kata Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat.

Dia mendesak bank-bank tersebut segera meningkatkan kapasitas melalui penambahan modal atau merger (penggabungan usaha), sehingga menjadi bank sehat dan berdaya saing. "Bisa juga diakuisisi oleh bank jangkar," ujarnya.

Menurut dia, jumlah bank di Indonesia sekarang ini sudah terlalu banyak dan kurang efektif. Ia membandingkannya dengan jumlah bank negara tetangga Indonesia. Malaysia, misalnya, hanya memiliki 10 bank, Jepang 4 bank, Australia 4-6 bank, dan Thailand kurang dari 10 bank.

Meski hanya sedikit, menurut Burhanuddin, bank di negara-negara tetangga Indonesia mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Sebaliknya, di Indonesia, jumlah bank sangat banyak tapi belum bisa menggerakkan perekonomian secara maksimal.

"Sebenarnya bagus sekali kalau jumlah yang banyak itu banknya kuat-kuat. Sayangnya, bank-bank kita kecil-kecil," ujar dia.

Menurut Burhanuddin, perlu ada upaya konsolidasi perbankan sehingga akan muncul bank sehat dan kuat serta punya daya saing. Karena itu, bank sentral akan mengurangi jumlah bank di Indonesia secara bertahap. Hingga 2010, diharapkan hanya akan tersisa 70-80 bank.

"Kalau itu (70-80 bank) terealisasi, sangat bagus sekali," ujarnya.

Suryani Ika Sari






Komentar Anda

Kirim