Rupiah Bakal Melemah, Indeks Kembali Naik
Selasa, 26 September 2006 | 03:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bayu Aini, dealer valas bank swasta, memperkirakan rupiah hari ini masih akan melemah pada 9.220-9.270 per dolar Amerika Serikat.
"Belum terlihat indikasi Bank Indonesia melakukan intervensi ke pasar meski rupiah nyaris menembus 9.250 per dolar," katanya.
Nilai tukar rupiah di pasar uang spot antarbank kemarin anjlok 60 poin menjadi 9.245 per dolar Amerika Serikat dibanding posisi akhir pekan lalu, yakni 9.185 per dolar Amerika Serikat.
Menurut Bayu, melemahnya rupiah akibat aksi borong dolar oleh investor institusi Singapura dalam transaksi non-delivery forward. Aksi jual obligasi rupiah oleh investor asing karena harga surat utang terus naik dalam beberapa hari belakangan ini.
Pialang saham dari Bhakti Securities Agus Eko memperkirakan, indeks hari ini berpeluang kembali naik ke 1.530.
Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Jakarta kemarin ditutup turun 4,07 poin (0,26 persen) ke 1.506,76.
Agus mengatakan, jatuhnya indeks kemarin karena aksi ambil untung sebagai langkah konsolidasi harga yang secara teknikal sudah tinggi.
"Jatuhnya bursa regional dan rupiah membawa sentimen negatif di bursa (BEJ)," katanya.
Muchtar Wijaya - PDAT





