Tunggakan Tagihan Beras Miskin Rp 177 Miliar

Selasa, 26 September 2006 | 17:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan Umum Bulog mengungkapkan, total tunggakan pembayaran beras masyarakat miskin hingga 21 September 2006 mencapai 10-15 persen atau Rp 177 miliar. Menurut Direktur Utama Bulog Widjanarko Puspoyo, tunggakan tersebut karena masyarakat miskin kesulitan membayar beras yang dibagikan.

Dia mengatakan, meski terlambat membayar, pembayaran beras miskin masih bisa ditalangi oleh aparat desa. "Itu menjadi urusan ketua rukun tetangga dengan anggotanya," katanya kemarin di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (26/9).

Data yang diperoleh Tempo menunjukkan, pada tahun ini beras miskin yang didistribusikan Bulog sekitar 1,6 juta ton. Beras itu ditujukan 15,5 juta masyarakat miskin selama 10 bulan. Setiap keluarga mendapatkan 10 kilogram per bulan.

Hingga 21 September, Bulog telah menyalurkan 1,2 juta ton beras dengan harga Rp 1.000 per kilogram. Dari jumlah tersebut tunggakan pembayaran beras miskin 10-15 persen atau sekitar Rp 177 miliar.

Widjanarko mengaku, kesulitan untuk mengetahui pakaha pembayaran dilakukan oleh masyarakat miskin atau aparat desa yang menjual kembali beras miskin. Sebab, kata dia, penyaluran beras miskin hanya sampai pada distribusi. "Penyaluran kepada masyarakat dilakukan oleh aparat desa," katanya.

Dia juga menolak membeberkan daerah mana saja yang menunggak pembayaran beras miskin. "Kalau disebut nanti daerahnya bisa tersinggung," katanya.

Menurut Anggota Komisi Pertanian DPR Idham, tunggakan pembayaran beras miskin di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mencapai Rp 250 juta. "Uang ini belum bisa ditagih, " katanya. "Saya khawatir Bulog akan menjadi debt collector".

Anggota komisi lainnya, Suswono mengusulkan, agar pemerintah memberikan beras gratis kepada masyarakat miskin untuk menghindari tunggakan tagihan. Pemerintah daerah diminta terlibat untuk memberikan subsidi khusus untuk masyarakat miskin.

EWO RASWA






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: