Pelemahan Rupiah Tak Mengkhawatirkan

Selasa, 26 September 2006 | 17:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia menegaskan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika yang mencapai 9.200 per dolar dalam beberapa hari terakhir ini tidak perlu dikhawatirkan.

Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom, pelemahan nilai tukar terhadap dolar tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di negara lainnya. Pelemahan nilai tukar juga hanya sementara akibat dampak kudeta di Thailand. “Nggak apa-apa kan ada fleksibilitas di rupiah kita. Jangan khawatir,“ katanya seusai menghadiri rapat dengan Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Selasa (26/9).

Pada awal 2006, rupiah masih di level 9.820 per dolar. Rupiah sempat menguat di bawah Rp 9.000, yaitu pada 10 Mei pada level 8.725 per dolar. Kemarin rupiah ditutup pada level 9.245.

Dia mengatakan, pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir juga tidak mengakibatkan adanya pelarian modal asing (capital outflow) secara besar-besaran. “Yang terjadi malah adanya modal asing masuk (capital inflow),“ ujarnya. Sejak awal tahun, arus dana asing masuk ke Indonesia mencapai US$ 7 miliar.


Suryani Ika Sari






Komentar Anda

Kirim