Kepala Bappenas: Inflasi Rendah Karena Pasokan Aman
Senin, 02 Oktober 2006 | 22:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paskah Suzetta mengatakan, rendahnya angka inflasi bulan September dibandingkan tahun lalu karena kebutuhan masyarakat terpenuhi. Pemerintah mampu mencukupi lonjakan kebutuhan masyarakat menyambut bulan puasa dan hari raya nanti.
“Pengaruh inflasi tidak terlalu siginifikan karena bahan konsumsi sudah tercukupi,” kata Paskah di Jakarta, Senin (2/10). Tapi dia menambahkan, gejala seperti ini bersifat psikologis dan situasional.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mengumumkan angka inflasi September naik jadi 0,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,33 persen. Penyebabnya, kenaikan harga kelompok barang dan jasa, seperti makanan, minuman, air, listrik, dan rokok.
Namun, tingkat laju inflasi September 2006 turun menjadi 14,55 persen dari September 2005, serta laju inflasi tahun kalender (Januari-September) 2006 mencapai 4,06 persen. Padahal beberapa kalangan memperkirakan inflasi bakal melonjak tinggi memasuki bulan puasa dan hari raya.
Menurut Paskah, gejala saat ini belum menggambarkan kondisi sebenarnya. "Saat ini kan belum masuk lebaran. Kita lihat saja Desember besok, dari situ bisa kita lihat kondisi sebenarnya," katanya. Tapi dia optimis target pemerintah atas inflasi sebesar 8 persen pada tahun ini dapat dicapai. "Kami konsisten saja pada angka itu," katanya
Fery Firmansyah (TNR)





