Indonesia Kehilangan US$ 2 Miliar dari Angkutan Baru Bara
Selasa, 03 Oktober 2006 | 19:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sepanjang 2005, sekitar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 18 triliun pendapatan nasional di sektor pelayaran hilang akibat pemakaian kapal pengangkut batu bara asing. Untuk itu, industri perkapalan nasional harus mampu menyediakan kapal pengangkut batubara.
Direktur Utama PT Bahtera Adhiguna Persero Djoko Tahono mengatakan, industri kapal nasional harus mampu memproduksi kapal jenis handy site berbobot mati 45-50 ribu dead weight ton dan jenis panamax size berbobot mati 60 ribu dead weight ton ke atas.
"Apalagi ada proyek pembangkut listrik 10.000 megawatt, maka perlu kapal angkutan batu bara yang cukup banyak," ujar Djoko. Sayangnya, produktivitas galangan kapal nasional masih rendah. Untuk membangun kapal standar diperlukan waktu 3-4 tahun dengan biaya US$ 30 juta.
"Galangan yang siap hanya PT PAL Surabaya, itu pun sudah full Booked hingga 2008," kata Djoko. Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat membantu industri perkapalan nasional untuk mendongkrak kapasitas produksi.
FERY FIRMANSYAH




Komentar Anda :