Empat Proyek Listrik Sepi Peminat
Rabu, 04 Oktober 2006 | 17:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Empat dari sepuluh proyek listrik 10.000 megawatt (MW) ditender ulang karena hanya diminati dua investor. Keempat proyek yang ditender ulang itu adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati di Jawa Tengah 1.200 MW, PLTU Teluk Naga, Banten, 900 MW, PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, 600 MW dan PLTU Pacitan 900 MW.
Menurut Ahli Utama Pengelolaan Kontrak Listrik Swasta PLN I Gusti Made Ariaguna, sesuai ketentuan jikaproyek hanya dimintai dua peserta tender maka akan dilakukan tender ulang. "Akan kami jadwalkan kembali nanti," katanya, Rabu (04/10).
Ariaguna mengatakan, pelaksanaan tender ulang semua peserta yang lulus prakualifikasi bisa memasukan dokumen. Dia menambahkan, sejumlah peserta mundur dari tender karena tidak ada kejelasan jaminan, pendanaan, dan pembebasan lahan.
Dua peserta yang meminati PLTU Tanjung Jati adalah konsorsium Zelan Holdings (M) (SDN Berhad, PT Primanaya Djan International, Tronoh Consolidated Malaysia Berhad dan China National Machinery Industry Corp) dan konsorsium China National Electric Equipment Corp bersama PT Penta Adi Samudera.
PLTU Teluk Naga diminati konsorsium Marubeni Corporation dan PT Maklamat Cakera Canggih dan konsorsium Dongfang Electric Corporation dan PT Truba Jurong Engineering. Peminat PLTU Pelabuhan Ratu konsorsium Guang Xi Electric Power dan PT Adhi Karya dan konsorsium Shangdong Electric Power Construction, Sahngdong Electric Engine dan PT Mega Power Mandiri. Sedangkan, serta PLTU Pacitan hanya diminati konsorsium Chengda dan PT Wijaya Karya dan konsorsium CNTIC, Wijaya Karya, Waskita Karya, Hutama Karya, dan Rekayasa Indonesia.
Sedangkan proyek pembangkit lainnya yang ditawarkan PLN juga sepi peminat. PLTU Suralaya 600 MW hanya diminati empat peserta, PLTU Paiton 600 MW enam peserta, PLTU Labuhan (Banten) 600 MW lima peserta, serta PLTU Indramayu (Jawa Barat) 900 MW, PLTU Rembang (Jawa Tengah) 600 MW dan PLTU Tuban (Jawa Timur) 600 MW hanya masing-masing diminati empat peserta.
Sebelumnya jumlah peserta tender yang mengambil dokumen untuk PLTU 300-400 MW sebanyak 24 peserta. Sedangkan untuk PLTU kapasitas 600-700 MW sebanyak 19 peserta. Peserta tender menyatakan kesulitan untuk membangun pembangkit dalam tempo 36 bulan. Sebab pembangunan PLTU paling cepat butuh waktu 40 bulan.
Direktur Utama PLN Eddie Widiono mengatakan, setelah tahap pemasukkan dokumen teknis itu maka dalam satu minggu akan dilakukan evaluasi dan memasuki tahap dua. "Pada peserta yang lulus tahap teknis akan mengikuti tahap selanjutnya berupa penawaran harga," katanya.
Tentang dominasi investor Cina dalam proyek listrik 10.000 MW, Eddie membantahnya. "Ada juga dari Eropa dan Jepang," kata Eddie yang masih berstatus tersangka kasus korupsi.
Mengenai bentuk jaminan yang diinginkan investor, Eddie mengatakan, belum diputuskan. Dia menambahkan, setelah pembukaan dokumen tender, PLN akan membahas jaminan yang akan diberikan.
MUHAMAD FASABENI





