Pabrik Pupuk Aceh Disuntik Rp 100 Miliar
Kamis, 05 Oktober 2006 | 00:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan menyuntikkan modal baru sebesar Rp 100 miliar untuk pabrik pupuk PT ASEAN Aceh Fertilizer yang digunakan untuk pemeliharaan pabrik dan pembayaran gaji karyawan.
Menurut Menteri Perindustrian Fahmi Idris, suntikan dana itu dilakukan pemerintah melalui mediasi PT Pupuk Iskandar Muda. “Secara teknis rekening Pupuk Iskandar Muda dipinjam pemerintah untuk menyalurkan dana ke ASEAN Aceh Fertilizer,” ujarnya di Jakarta kemarin.
Fahmi juga membantah, peminjaman rekening Pupuk Iskandar Muda tidak terkait dengan wacana melakukan penggabungan usaha (merger) dua pabrik tersebut. Dia malah memastikan pemerintah tidak berencana melakukan merger seperti yang ramai diberikan sebelumnya. “Tidak ada merger karena karakter keduanya berbeda,” kata Fahmi.
Suntikan dana Rp 100 miliar tersebut, lanjut Fahmi, akan digunakan untuk pemeliharaan pabrik dan gaji karyawan yang tertunda sejak bulan Februari 2006. Keputusan pemberian dana itu, merupakan konsekuensi dari rencana pengembangan pabrik pupuk yang berlokasi di Nanggroe Aceh Darussalam setelah tidak jadi dilego pemerintah.
Seperti diberitakan, ASEAN Aceh Fertilizer yang kepemilikan sahamnya dikuasai oleh negara-negara ASEAN terpaksa berhenti beroperasi sejak 2005 lalu karena kekurangan pasokan gas. Pemerintah sebelumnya telah memutuskan untuk menutup pabrik tersebut karena tidak bisa dipertahankan lagi.
Namun, rencana itu tidak pernah terealisasi. Negara-negara ASEAN yang menjadi pemegang saham juga tidak berminat terhadap pabrik pupuk ini dan mereka juga berencana untuk melepas kepemilikannya.
Fahmi menambahkan suntikan dana Rp 100 miliar bukan merupakan bagian dari rencana investasi untuk mengubah teknis produksi ASEAN Aceh Fertilizer. Menurut dia, untuk kegiatan tersebut dibutuhkan dana sebesar US$ 250 juta.
Dana tersebut, menurut Fahmi, dipakai untuk pembaruan teknis produksi. Pembaruan itu mencakup penggantian pembangkit energi, dari semula menggunakan gas diganti dengan bahan bakar batu bara.
FERY FIRMANSYAH





