Pemerintah Optimis Ekspor Capai 17 Persen
Kamis, 05 Oktober 2006 | 16:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah optimistis pertumbuhan ekspor akhir tahun ini bakal mencapai 17 persen. Angka ini naik dibandingkan target yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPM) hingga 2009 sebesar 8-10 persen.
"Kami optimistis (pertumbuhan) 14-16 persen tercapai. Mungkin 17 persen (di akhir tahun) kalau konstan," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Kamis (5/10) di Jakarta.
Dia menjelaskan, saat ini total pertumbuhan ekspor nasional sebesar 17 persen terdiri atas: pertumbuhan ekspor non migas 17 persen dan pertumbuhan industri sebesar 14 persen. Tingginya pertumbuhan ekspor ini, kata Mari, tidak hanya ditopang oleh besarnya nilai ekspor minyak dan gas, tapi juga ekspor non migas.
"Kalau dibilang harga komoditi yang mendorong pertumbuhan ekspor, memang benar. Tapi sebetulnya secara total ekspor, didorong oleh non komoditi," katanya.
Kenaikan ekpor mulai dirasakan sejak Mei mencapai US$ 8,34 miliar, Juni naik menjadi US$ 8,48 miliar. Dan berturut-turut per Juli dan Agustus, nilai ekspor naik menjadi US$ 8,82 miliar dan US$ 8,89 miliar. Dari sisi nilai ekspor, Mari yakin akan mendekati US$ 100 miliar selama 2006.
"Dengan tren sekarang sebesar US$ 64 miliar (data BPS, nilai ekspor Januari-Agustus 2006 tercatat US$ 64,63 miliar), tiap bulannya berarti nilai ekspor US$ 8 miliar. Artinya, sisa empat bulan lagi sebesar US$ 32 miliar. Jadi bisa mendekati US$ 100 miliar," paparnya. Komoditi yang mengalami peningkatan ekspor karet dan kepala sawit.
RR ARIYANI





