"Rupiah Bisa Tembus Rp 9.200 per Dolar Amerika"

Jum'at, 06 Oktober 2006 | 00:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretariat Group Valas Indonesia Panji Irawan memperkirakan, rupiah hari ini akan kembali menguat menembus 9.200 per dolar Amerika Serikat.

Kurs rupiah pada transaksi kemarin ditutup menguat 10 poin dari 9.220 menjadi 9.210 per dolar Amerika setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga patokan (BI rate) 50 basis poin menjadi 10,75 persen.

Menurut Panji, pasar merespons positif penurunan BI Rate dengan melepas dolar. "Aksi jual dolar dilakukan sebagai antisipasi aliran dana ke pasar obligasi dan saham yang harganya naik," katanya.

Cadangan devisa Indonesia yang naik menjadi US$ 42,35 miliar dan pelunasan utang ke IMF, dia menambahkan, juga secara tidak langsung memberi dorongan positif bagi rupiah.

Kepala riset PT Samuel Sekuritas Cristine Salim mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan hari ini masih berfluktuasi positif ke 1.550.

Indeks Harga Saham Gabungan kemarin ditutup naik 7,89 poin (0,51 persen) menjadi 1.544,98.

Menurut Cristine, investor masih melakukan selektif beli pada saham-saham emiten yang memiliki rasio laba bersih terhadap harga saham masih rendah.

"Adanya desakan dari BEJ agar pemerintah memberi insentif pajak di pasar modal, menambah investor masuk bursa," katanya.

Muchtar Wijaya (PDAT)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: