Departemen Perindustrian Tolak Rencana Pertamina Impor Tabung Elpiji

Selasa, 10 Oktober 2006 | 08:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Perindustrian menolak rencana PT Pertamina (Persero) mengimpor 200 ribu tabung elpiji dari Cina. Rencana impor ini terkait dengan program konversi minyak tanah ke gas elpiji pada tahun ini.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka Departemen Perindustrian Anshari Bukhari, rencana impor itu akan menyebabkan kerugian industri dalam negeri.

Sebab, industri dalam negeri telah melakukan investasi dan sejumlah kegiatan produksi untuk memenuhi pesanan Pertamina.

"Penolakan itu resmi dari Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang dikirimkan ke Pertamina. Kami masih menunggu jawaban Pertamina," ujar Anshari.

Anshari menjelaskan, sebagai perusahaan pelat merah, sudah seharusnya Pertamina memberi prioritas bagi pengusaha dalam negeri. Sebab, proyek itu akan menjadi nilai tambah bagi produsen dalam negeri di samping adanya penyerapan tenaga kerja.

Dengan kondisi terbatasnya kemampuan dalam negeri, Anshari menyatakan Departemen Perindustrian meminta pengadaan tabung elpiji itu diperpanjang hingga Maret 2006.

Menurut Anshari, Perusahaan Tabung Gas Nasional juga telah melakukan penambahan investasi baru untuk mengerjakan proyek tersebut. Bahkan ada pabrik yang sudah mengucurkan tambahan dana Rp 5 miliar untuk proyek ini. "Jadi mereka akan rugi kalau Pertamina membatalkan pemesanan tabung elpiji," katanya.

Seperti diberitakan, Pertamina akan mengimpor 200 ribu unit tabung elpiji dengan kapasitas tiga kilogram dari 800 ribu ribu tabung yang diperlukan hingga akhir 2006.

Menurut Direktur Utama Pertamina Ari Sumarno, produsen tabung dalam negeri hanya mampu memproduksi 600 ribu unit tabung hingga akhir 2006.

Pertamina membeli tabung gas seharga Rp 70 ribu per unit, jauh lebih rendah daripada harga yang dipatok produsen dalam negeri, yakni Rp 105 ribu per unit.

Pertamina telah mengundang 14 produsen dalam negeri guna memenuhi kebutuhan 800 ribu tabung. Dalam program itu telah dianggarkan dana Rp 569 miliar untuk pengadaan 800 ribu unit tabung pada 2006 dan 10 juta tabung pada 2007.

Fery Firmansyah






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: