Mega Proyek Pembangkit 10 Ribu Megawatt Jalan Terus

Selasa, 10 Oktober 2006 | 09:32 WIB

TEMPO Interaktif, Probolinggo:Pemerintah tetap akan mewujudkan rencana membangun proyek pembangkit listrik berkapasitas total 10 ribu megawatt.

Pemerintah menilai proyek ini merupakan program raksasa yang harus didukung oleh semua masyarakat. "Jika proyek ini gagal maka akan menganggu semua kepentingan dan keperluan pembangunan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika meninjau ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton di Proboliggo, Jawa Timur kemarin.

Turut hadir mendampingi kunjungan Presiden itu adalah Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadarma Ali, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Soepari, KSAL Laksamana Slamet Subijanto, dan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo.

Program pembangkit listrik 10 ribu MW direncanakan akan selesai pada 2010. Dari 10 ribu MW tersebut, 6.900 MW akan dibangun di Jawa dan Bali. Sisanya, akan dibangun di luar Pulau Jawa. Pembangkit tersebut akan menggunakan batu bara sebagai bahan bakar.

Kapasitas produksi listrik nasional saat ini mencapai 25 ribu MW. Dari jumlah itu, sebanyak 3.200 MW atau sebesar 13 persen dihasilkan PLTU Paiton.

Menurut Presiden, dengan kapasitas sebesar 13 persen dari total output listrik nasional, maka PLTU Paiton merupakan salah satu pembangkit yang sangat vital. "Jika terjadi sesuatu atau gangguan di Paiton, maka dampaknya akan sangat besar bagi sistem kelistrikan di Jawa dan Bali," ujarnya.

Yudhoyono berharap agar tiga perusahaan pembangkit di Paiton bisa bekerja sama agar semua pekerjaan bisa dilaksanakan dengan baik. "Apa yang dikerjakan di sini (Paiton) sangat penting bagi kehidupan masyarakat banyak," katanya.

Menurut General Manajer Pusat Penyaluran Beban Jawa Bali Mulyo Aji, PLTU Paiton dikelola tiga perusahaan yakni PT PLN Pembangkit Jawa Bali berkapasitas 2x400 MW, Paiton Energy Company berkapasitas 2x600 MW, serta Jawa Power berkapasitas 2x600 MW. "Jumlah ini membuat Paiton dan Suralaya menjadi sentra koneksi Jawa-Bali.

Mulyo menambahkan, di Paiton akan segera dibangun lagi pembangkit dengan kapasitas 1x600 MW. Pembangunan pembangkit di Paiton mempunyai banyak kemudahan karena sejumlah fasilitas sudah tersedia seperti koneksi ke gardu induk sebesar 500 kilovolt dan 150 KV serta transmisi 500 KV sehingga tak perlu membangun transmisi lagi. Begitu pula,sudah ada lahan dan lokasi yang berada di pinggir laut sehingga memudahkan transportasi pengangkutan batu bara.

PLN, menurut Mulyo, juga berencana membangun transmisi saluran udara tegangan tinggi (Sutet) di jalur selatan Pulau Jawa.

PLN telah membangun Sutet mulai dari Paiton hingga ke Depok sebesar 500 KV. Dengan pembangunan ini, maka jaringan listrik di Jakarta tidak akan padam total jika terjadi gangguan.

Bibin Bintariadi






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: