Manajemen Baru TVRI Tidak Akan Tawarkan Pensiun Dini
Rabu, 11 Oktober 2006 | 08:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga penyiaran publik Televisi Republik Indonesia (TVRI) tidak akan menawarkan program pensiun dini kepada pegawainya.
Stasiun televisi tertua di Indonesia itu akan melakukan pembenahan teknologi, isi siaran, dan sumber daya manusia.
Direktur Utama TVRI Mayor Jenderal (Purnawirawan) I Gede Nyoman Arsana mengatakan pihaknya tidak akan melakukan program pensiun dini. "Kami menyelenggarakan kepemimpinan secara manusiawi," katanya.
Menurut Arsana, saat ini TVRI memiliki pegawai berusia 40-50 tahun. "Sudah sepuh," katanya. Namun, kata dia, pegawai sepuh itu tidak akan diberhentikan melalui program pensiun dini. "Tapi akan diberikan pendidikan dan pelatihan untuk mengantisipasi kekurangan sumber daya berkualitas," ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah karyawan TVRI mengaku khawatir dengan rencana direksi baru yang akan menawarkan pensiun dini. Kekhawatiran itu makin bertambah ketika direksi mulai merekrut pegawai baru. Tentang penerimaan pegawai baru diakui Arsana.
"Rekrutmen kami usahakan dari dalam dulu. Tapi tidak menutup kemungkinan akan direkrut dari luar untuk alih teknologi," katanya.
Arsana berjanji akan meningkatkan kesejahteraan pegawai dengan membangun poliklinik, meski keuangan TVRI masih minim. Saat ini stasiun televisi milik pemerintah itu memiliki 1.400 pegawai.
Di bawah manajemen baru, kata Arsana, TVRI akan meningkatkan siaran tentang keberhasilan dan kemajuan yang telah dicapai pemerintah. "Kami berusaha menyiarkan citra positif bangsa. Tapi, jika ada kebijakan pemerintah yang belum berhasil, kami berikan saran dan penyelesaian," ujarnya.
Menurut Arsana, Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan tiga arahan kepada direksi baru. "Pembenahan teknologi, peningkatan isi siaran, dan peningkatan sumber daya manusia," katanya.
Dia menjamin TVRI akan netral dalam Pemilihan Umum 2009. "Kami semua netral, karena sebelum menjadi direksi, kami sudah menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test)," ujarnya. TVRI, kata Arsana, akan tetap menjadi televisi publik yang independen, netral, dan nonkomersial.
TVRI, tutur Arsana, justru akan meningkatkan isi siaran yang mencerdaskan hidup bangsa demi mendukung masyarakat madani dan tercapainya demokratisasi. "TVRI justru membantu tumbuhnya demokratisasi. Ini bagian reformasi politik," ujarnya.
Badriah





