"Rupiah Akan Stabil, Indeks Bisa Naik"
Rabu, 11 Oktober 2006 | 08:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dealer valas bank swasta Aries Setiawan memperkirakan, rupiah hari ini akan stabil pada 9.215-9.250 per dolar Amerika Serikat.
Pergerakan rupiah kemarin tampak masih stabil, meski gejolak mata uang regional atas dolar Amerika Serikat kembali berlanjut. Mata uang lokal ditutup menguat tipis 5 poin jadi 9.220 per dolar Amerika Serikat.
Menurut Aries, rupiah bertahan di tengah kejatuhan mata uang regional karena dukungan aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi. "Pasokan dolar yang masuk pasar membuat rupiah menguat," katanya.
Penguatan rupiah tertahan karena ada pembelian dolar oleh investor lokal. "Ada permintaan dolar pada level 9.210 yang cukup tinggi," katanya.
Soal indeks, analis PT Sarijaya Permana Sekuritas M. Alfatih memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta hari ini bisa naik ke level 1.560.
Indeks harga saham di Bursa Efek Jakarta kemarin ditutup naik 11,49 poin (0,74 persen) menjadi 1.554,92. Ini merupakan rekor tertinggi baru setelah rekor sebelumnya 1.553,062 pada 11 Mei lalu.
Menurut Alfatih, kenaikan indeks dipicu oleh keyakinan pasar akan makroekonomi nasional yang terus membaik. "Investor kembali membeli saham unggulan berkapitalisasi besar," katanya.
Investor membeli saham juga sebagai antisipasi laporan keuangan emiten kuartal III yang ada kemungkinan akan tumbuh positif dan siklus tahunan.
Muchtar Wijaya - PDAT





