Calon Deputi Gubernur BI Diajukan ke Presiden
Jum'at, 13 Oktober 2006 | 01:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah telah mengajukan delapan nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia ke Presiden.
“Sudah saya kirimkan surat, ada delapan nama untuk dua Deputi Gubernur yang akan habis masa jabatannya,“ kata Burhanuddin.
Namun, dia tidak menyebutkan siapa nama-nama calon dan dari kalangan internal atau eksternal BI. “Tidak bisa diungkapkan. Tunggu saja nanti,” ujarnya.
Deputi Gubernur yang akan habis masa jabatannya tahun depan ada empat orang yakni Maman H. Somantri dan Maulana Ibrahim yang akan berakhir masa jabatannya pada 11 Januari 2007 serta Aslim Tadjudin dan Bun-bunan Hutapea yang akan berakhir masa jabatannya pada November 2007.
Budi Mulya, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI, disebut-sebut merupakan salah satu calon kuat untuk menggantikan deputi gubernur yang segera berakhir masa tugasnya.
Soal pencalonannya ini, Budi Mulya mengaku, Gubernur BI telah menghubunginya. “Oh iya, saya sudah dihubungi,” katanya. Namun, menurut Budi, Tapi nama-nama itu belum final, masih diajukan ke Presiden dan DPR. Dan itu bisa sewaktu-waktu di drop,” katanya.
Nama Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Muliaman D. Hadad juga disebut-sebut sebagai salah satu calon. Namun saat dimintai konfirmasi, Muliaman selalu menolak berkomentar. Direktur Pengawasan Bank III BI Budi Rohadi pun termasuk salah satu calon kuat. Begitu pula Kepala Perwakilan BI London M. Ardayadi.
Soal calon Deputi Gubernur BI, Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) berharap agar calon-calonnya dari kalangan perbankan. “Lebih baik kalau memperhatikan calon dari bank umum, tidak dari bank sentral saja,” kata Ketuan Perbanas Sigit Pramono.
Dengan mengakomodasi kalangan perbankan, dia menambahkan, akan sangat baik untuk BI mengingat peran bank sentral adalah pengawasan terhadap perbankan. Sehingga calon Deputi Gubernur BI nantinya merupakan orang yang benar-benar mengerti seluk beluk perbankan. “Bukan berarti calon dari dalam BI tidak lebih baik. Tapi kalau ada praktisi bank tentu akan lebih paham, karena mereka pernah menjadi pelaku dalam industri,” kata Sigit.
Ekonom yang juga anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI Dradjad H. Wibowo mengatakan tidak perlu dipersoalkan apakah calon Deputi Gubernur BI itu dari internal atau eksternal BI.
“Yang penting calon Deputi Gubernur intergritasnya tinggi, menguasai bidangnya, pengalaman memadai dan mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif dengan stakeholder,“ kata Dradjad.
Sofian/Suryani Ika Sari





