Pemerintah Jual 18 Persen Saham BTPN
Jum'at, 13 Oktober 2006 | 08:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akan menjual 18 persen saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) melalui mekanisme penawaran terbuka (open tender).
Pemilik lama atau pihak yang terafiliasi dengan pemilik lama tak boleh ikut sebagai calon pembeli.
PPA memberikan kesempatan kepada pihak yang berminat untuk memasukkan proposal penawaran dan penyerahan minat indikatif kepada PT Bahana Securities dan PT Deutsche Securities Indonesia, yang ditunjuk sebagai penasihat keuangan divestasi itu.
Masa penawaran ini dibuka sejak kemarin hingga 20 Oktober mendatang. Penjualan saham BTPN ini terkait dengan target setoran PPA dalam anggaran pemerintah tahun ini, yaitu Rp 2,35 triliun.
Berdasarkan pengumuman tertulis yang dipublikasikan PPA, ada beberapa kriteria kepada pihak yang berminat membeli saham BTPN, yaitu pihak yang tidak dilarang Bank Indonesia dan bukan pemilik lama atau pihak yang terafiliasi dengan pemilik lama yang dulu menyerahkan saham BTPN itu kepada pemerintah (Badan Penyehatan Perbankan Nasional).
Pemerintah melalui PPA memiliki 29 persen saham BTPN. Pemegang saham lainnya adalah PT Recapital Advisors sebanyak 22 persen, PT Bakrie Capital Indonesia 10 persen, pemilik biro perjalanan haji Maktour dan Fuad Hasan Mashur sebanyak 20 persen, serta PT Danatama Makmur 19 persen.
BTPN pernah dikendalikan keluarga Bakrie, lalu diambil alih pemerintah karena terbelit utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.
Salah satu direktur Recapital, Rosan Perkasa Roeslani, mengaku belum bisa memastikan apakah berminat menambah kepemilikan saham BTPN dan turut dalam proses penawaran PPA.
"Kami masih mengkajinya," kata dia saat dihubungi Tempo.
Pernyataan senada diungkapkan Fuad Hasan. "Kami lihat dulu bagaimana harga penawarannya," kata dia.
Sedangkan Danatama, perusahaan investasi keuangan yang banyak membantu aksi korporasi perusahaan Grup Bakrie, juga belum diketahui apakah akan turut dalam tender pembelian BTPN. "Saya tidak bisa berkomentar karena itu bukan bidang saya," kata Wakil Presiden Danatama Steffen Fang.
Manajemen BTPN akan melakukan penjualan saham perdana ke publik pascaproses divestasi oleh PPA tersebut. "Ada kemungkinan akhir tahun atau awal 2007," kata Direktur Utama BTPN Paulus Wiranata.
Rencananya, bank itu akan menjual 15-30 persen saham kepada publik dengan nilai total Rp 300 miliar. Dana hasil penjualan saham itu akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur, seperti gerai bank, sistem informasi, dan teknologi BTPN.
Yura Syahrul/Yuliawati




Komentar Anda :