Pemerintah Siapkan Divestasi 12 BUMN Tahun Depan
Jum'at, 13 Oktober 2006 | 18:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kementerian BUMN mempersiapkan 13 perusahaan pelat merah untuk didivestasi atau dijual pada tahun depan. Salah satu tujuannya adalah memenuhi target setoran penjualan BUMN ke dalam anggaran pemerintah tahun 2007 sebesar Rp 3,3 triliun.
Berdasarkan makalah rapat kementerian dengan Komisi Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta Kamis malam (12/10) lalu, daftar nama BUMN yang bakal dilego adalah: PT Bank BNI, PT INTI, PT Cambrics Primissima, PT Atmindo, PT Kertas Padalarang, PT Askrindo, PT Atmindo, PT Intirub, PT Rekayasa Industri, PT JIHD, PT Kertas Blabak, dan PT Kertas Basuki Rahmat. Semua perusahaan pelat merah itu bakal dijual kepada investor strategis, kecuali saham BNI yang dilego ke bursa saham.
Menteri Negara BUMN Sugiharto mengatakan penjualan saham perusahaan BUMN maksimal 30 persen. Sedangkan perusahaan pelat merah yang kepemilikan pemerintahnya minoritas jadi prioritas divestasi. "Penjualan saham pemerintah itu di BUMN yang sahamnya minoritas atau kurang dari 51 persen," katanya dalam rapat dengan parlemen.
Komisi Anggaran belum menyetujui nama-nama perusahaan yang bakal dilego tahun depan, seperti usulan pemerintah tersebut. Pemerintah dan parlemen baru menyepakati target setoran divestasi BUMN dalam anggaran tahun depan sebesar Rp 3,3 triliun. Hasilnya digunakan untuk membiayai defisit sebesar Rp 2 triliun dan sisanya untuk alokasi Penyertaan Modal Negara atas perusahaan BUMN.
Sedangkan target setoran deviden BUMN pada tahun depan sebesar Rp 19,1 triliun. Kesepakatan itu lebih rendah dibandingkan target pada tahun ini sebesar Rp 20,2 triliun. Sedangkan target setoran divestasi tahun depan nyaris sama dengan tahun ini.
NIEKE





