Jepang-Indonesia Sepakati Pendanaan Proyek Kereta Bawah Tanah

Jum'at, 13 Oktober 2006 | 18:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Jepang dan Indonesia menyepakati pendanaan proyek mass rapid transportation (kereta bawah tanah).

Jepang pada tahap awal akan mengucurkan US$ 15 juta atau sekitar Rp 138 miliar untuk pembuatan desain teknis proyek tersebut.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan Jepang akan mengucurkan dana tersebut tahun depan, yang disesuaikan dengan tahun anggarannya. "Tahun depan kami akan mulai menyusun desain teknis dan kami harap selesai tahun depan juga," kata Paskah.

Bappenas telah meminta Departemen Perhubungan ikut dalam pembuatan desain teknis proyek tersebut. Paskah menargetkan pelaksanaan proyek akan dimulai pada 2008 dan transportasi massal itu mulai beroperasi pada 2010.

Jepang sebelumnya menawarkan pinjaman US$ 800 juta atau sekitar Rp 7,36 triliun untuk pembangunan jalur kereta api bawah tanah (subway) sepanjang 15,4 kilometer.

Kurniasih Budi/Agus Supriyanto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: