"Rupiah Masih Bisa Menguat"
Rabu, 18 Oktober 2006 | 09:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk. Hindria Listyadi memperkirakan, rupiah hari ini masih berpotensi menguat ke 9.145 per dolar Amerika Serikat, dengan batas bawah di 9.185 per dolar Amerika Serikat.
"Pasar menjelang libur panjang Lebaran mulai sepi dan rupiah rawan dipermainkan spekulan," katanya.
Kurs rupiah pada transaksi kemarin kembali menguat 10 poin ke level 9.150 per dolar Amerika Serikat. Menguatnya rupiah karena pasar butuh dana tunai guna keperluan pembayaran tunjangan Hari Raya," kata Hindria.
Menguatnya mata uang regional, terutama yen, juga membawa imbas positif bagi rupiah. Aksi jual dolar di pasar global merupakan antisipasi data indeks harga produsen dan arus modal Amerika yang diperkirakan kurang bagus.
Manajer Ekuitas PT Evergreen Capital Edwin Sebayang memprediksi, indeks hari ini tidak jauh berbeda dari hari sebelumnya, bergerak terbatas pada 1.553-1.580.
"Investor cenderung mengamankan posisi. Selektif beli akan kembali marak setelah Lebaran," katanya.
Aksi pembelian saham pertambangan, perbankan, dan telekomunikasi di bursa Jakarta kemarin, membuat indeks saham berbalik menguat 1.566,82 atau naik 5,04 poin (0,32 persen).
Menurut Edwin, saham pertambangan diburu sebagai antisipasi kinerja keuangan emiten kuartal III yang bakal bagus. "Saham Inco, Antam, dan Timah diburu," katanya.
Muchtar Wijaya - PDAT





