Produksi Elektronik Anjlok Akibat Selundupan
Rabu, 18 Oktober 2006 | 16:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Industri elektronik dalam negeri memangkas produksi hingga 50 persen selama 2006 akibat maraknya barang elektronik selundupan. Penurunan produksi tersebut lebih tinggi dari penurunan tahun lalu sebesar 40 persen.
Ketua Umum Gabungan Elektronik Indonesia (Gabel) Rachmat Gobel mengatakan, penjualan elektronik dalam negeri pada tahun ini meningkat dibandingkan 2005. Namun, peningkatan penjualan tersebut karena maraknya barang selundupan. "Pasar memang tumbuh, tapi produk selundupan ini menyebabkan pabrikan dalam negeri menurunkan produksi hingga 50 persen," ujarnya, Rabu (18/10).
Berdasarkan data Eletronic Marketer Club (EMC), untuk produk kipas angin, jumlah permintaan pada 2004 mencapai 6,3 juta unit. Tahun lalu jumlah permintaan meningkat menjadi tujuh juta unit dan naik menjadi 7,5 juta unit pada 2007. Sedangkan permintaan produk lemari es 2004 mencapai 1,944 juta unit. Namun tahun lalu permintaan turun menjadi 1,9 juta unit dan 2006 permintaan kembali melonjak mendekati 2,05 juta unit.
Untuk mesin cuci, permintaan tahun 2004 sebesar 844 ribu unit, naik menjadi 900 ribu unit pada 2005. Tahun ini naik menjadi 1,05 juta unit. Sedangkan produk televisi, permintaan di tahun 2004 sebesar 4,476 juta unit, 2005 naik menjadi 4,9 juta unit, dan 2006 menjadi 5,7 juta unit. Untuk produk pendingin ruangan (AC), total permintaan pada 2004 sebesar 898 ribu unit, meningkat menjadi 1 juta unit pada 2005, dan 2006 naik menjadi 1,15 juta unit.
Rachmat mengugkapkan, produk elektronik selundupan tersebut didominasi oleh merek-merek terkenal yang juga diproduksi oleh industri dalam negeri.
Ditengarai, produk elektronik selundupan ini hasil produksi pabrikan Cina dan sejumlah negara-negara ASEAN. Produk selundupan dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga produk dalam negeri. "Selisih harga barang selundupan itu antara 40-60 persen, karena bea masuk sampai pajak mencapai 40-60 persen," kata Rachmat.
Untuk mengatasi maraknya tingkat penyelundupan elektronik ini, Rachmat menyatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk
melakukan koordinasi.
FERY FIRMANSYAH




Komentar Anda :