Target Pertumbuhan Kredit 15 Persen Sulit Tercapai
Rabu, 18 Oktober 2006 | 21:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2006 diperkirakan tidak akan mencapai target 15 persen. Pasalnya, hingga September 2006 total pertumbuhan kredit perbankan baru mencapai 6-7 persen.
“Pertumbuhan kredit Januari hingga september baru sekitar 6-7 persen. Untuk ke 15 persen masih cukup jauh, apalagi tinggal beberapa bulan,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono di sela-sela buka bersama dengan wartawan di Gedung BI, Rabu (18/10).
Hartadi mengatakan, kredit baru pada Agustus 2006 sebesar Rp 10,7 triliun, naik cukup besar jika dibandingkan dengan bulan Juli yang hanya sekitar Rp 2-3 triliun. Peningkatan kredit terus berlanjut pada bulan September yang mencapai Rp 15,4 triliun. Sehingga total kredit hingga triwulan ketiga tahun ini sebesar Rp 40 triliun. “Situasi mulai berbalik Agustus. Mulai ada kenaikan kredit,” kata dia.
Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengatakan, kredit merupakan hanya salah satu pendorong perekonomian. “Kalau tren ini meningkat terus saya kira kredit cukup memberikan lubrikasi bagi berputarnya roda perekonomian. Dalam perkembangannya, sumber pembiayaan pembangunan tambah beragam yakni tidak hanya bertumpu pada kredit, pemerintah, uang sendiri, dan pasar modal. “Tetapi juga ada penerbitan obligasi di luar,” kata Burhanuddin.
Hal itu, lanjut dia, menunjukkan suatu suasana yang sehat, meskipun perbankan diharapkan bisa berperan lebih banyak mengingat perbankan merupakan 90 persen dari industri keuangan di Indonesia.
Namun, kata dia, situasi perekonomian yang belum terlalu kondusif menyebabkan pertumbuhan kredit belum seperti yang diharapkan. Burhan menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan masih tertahannya landing rate atau suku bunga kredit pada level yang cukup tinggi. Di antaranya, belum tertata dan efisien margin biaya intermediasi, persoalan efisiensi perbankan, kebergulir sektor riil, dan persoalan kredit seret (NPL) perbankan.
Menurut Burhan, untuk meningkatkan penyaluran kredit dengan sisa waktu yang pendek diharapkan adanya percepatan penyerapan anggaran. “Kalau itu bisa dilakukan mudah-mudahan pertumbuhan yang lebih tinggi bisa tercapai. Target pemerintah 5,8 persen sementara BI 5,5 persen. Mudah-mudahan akhir tahun bisa naik bisa naik dari 5,5 persen,” kata dia.
SURYANI IKA SARI





