Tiga Bandar Udara Ditutup Gara-gara Asap

Kamis, 19 Oktober 2006 | 08:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penerbangan di tiga bandar udara ditutup sementara karena gangguan kabut asap. Tiga bandara itu adalah Sultan Thaha di Jambi, Supadio (Pontianak, Kalimantan Barat), dan Tjilikriwut (Palangkaraya, Kalimantan Tengah).

Jarak pandang di tiga bandar udara ini kurang dari 500 meter. Padahal, jarak pandang aman untuk penerbangan 800 meter.

"Penerbang tak boleh coba-coba mendaratkan pesawatnya (di tiga bandara itu)," kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa.

Dia pun meminta maskapai penerbangan menyiapkan bus untuk menjemput penumpang yang dialihkan penerbangannya dari bandara terdekat. Tapi maskapai dilarang mengutip biaya tambahan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Mohamad Iksan Tatang mengatakan, imbauan bagi penerbang (notice to airman) telah dikeluarkan kemarin. Imbauan itu menyebutkan Sultan Thaha ditutup sampai hari ini pukul 07.00 WIB dan Supadio dibuka lagi besok pukul 07.00 Wita. Belum jelas sampai kapan Tjilikriwut ditutup.

Tatang menjelaskan, asap hasil pembakaran hutan dan lahan telah memperpendek jarak pandang. Di Tjilikriwut jarak pandangnya sejauh 500 meter, Sultan Thaha berjarak pandang 400 meter, dan jarak pandang di Supadio hanya 300 meter. "Jarak pandangnya semakin memburuk," katanya.

Pengalihan pendaratan pun dilakukan. Pesawat yang hendak mendarat di Sultan Thaha dialihkan ke Sultan Mahmud II (Palembang, Sumatera Selatan) dan Minangkabau (Padang, Sumatera Barat). Penerbangan ke Tjilikriwut dialihkankan ke Syamsuddin Noor (Banjarmasin). Adapun penumpang tujuan Supadio disarankan memakai angkutan laut.

Pemerintah mengimbau agar maskapai memberi pilihan kepada para penumpang dengan mengembalikan uang tiket secara penuh atau menawarkan penerbangan ke kota lain yang terdekat.

Akibat penutupan tiga bandara, ratusan penumpang di Terminal I Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, kemarin telantar. Mayoritas penumpang akan menuju ke Kalimantan dan Jambi.

Berdasarkan data petugas bandar udara Soekarno-Hatta, 10 penerbangan ke Kalimantan dan Jambi dibatalkan kemarin.
Sejumlah calon penumpang mengaku kecewa karena tak ada pemberitahuan dari maskapai. "Kami diberi tahu setelah menunggu hampir tiga jam di bandara," ujar Jajuli, calon penumpang Sriwijaya Air tujuan Kalimantan.

Direktur Komunikasi Adam Air Dave Laksono mengatakan maskapainya menghentikan penerbangan rute Jambi dan Pontianak sampai 19 Oktober. Perusahaannya rugi sekitar Rp 3 miliar karena kehilangan dua kali penerbangan untuk masing-masing rute. Batavia Air pun menyetop penerbangan ke kota-kota itu sampai 31 Oktober.

Berkaitan dengan kabut asap, Dinas Perhubungan Provinsi Riau juga mengeluarkan peringatan. Pelaksana Pos Operasi Mudik Dinas Perhubungan setempat, Afriady, meminta pengguna jasa transportasi air dan darat lebih berhati-hati.

Lima kawasan yang harus diwaspadai adalah di perbatasan Kampar-Payakumbuh, Kandis Mandau, jalur Pelalawan-Rengat, Kwantan Siangingi-Sumatera Barat, serta Indragiri Hilir-Jambi. "Kami menyiapkan pos bantuan khusus untuk ancaman asap," ujarnya.

Badriah/Anton Aprianto/Joniansyah/Jupernalis Samosir






Komentar Anda

Kirim