Pemerintah Fokuskan Pengamanan Sembako di Titik Rawan
Kamis, 19 Oktober 2006 | 13:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan memfokuskan pengamanan pasokan kebutuhan pokok di titik-titik rawan jalur mudik.
Tim Pengamanan Barang terdiri dari Departemen Perhubungan, Departemen Perdagangan, Departemen Pekerjaan Umum, dan Kepolisian.
"Kami pantau titik-titik rawan. Jangan sampai ada jalur (distribusi) yang terpotong," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, usai inspeksi mendadak di Pasar Senen.
Dia menjelaskan, gejolak harga kebutuhan pokok beberapa hari menjelang Lebaran harus dikaji sebelumnya. "Kadang bukan masalah stok, tapi masalah transportasi yang disebabkan jalurnya terpotong," kata Mari.
Dari kunjungannya ke pasar hari ini, Mari menilai, kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok masih wajar. Ada beberapa harga yang naik, tapi menurut dia, masih dalam pola biasa menjelang lebaran. "Memang harga pasti naik di hari-hari sebelum lebaran," ujarnya.
Beberapa komoditas yang harganya naik diantaranya yang merupakan bahan segar dan diperlukan pada hari Lebaran seperti daging sapi, daging ayam, cabe merah dan bawang merah.
Mari juga memastikan stok kebutuhan pokok saat ini cukup banyak seperti gula dan beras, sehingga harganya relatif stabil.
Berdasar pantauan Tempo, sebagian besar harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Diantaranya adalah cabe rawit naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram, kembang kol Rp 5.500 menjadi Rp 12 ribu per kilogram, kentang dan wortel Rp 4.000 menjadi Rp 6.000 per kilogram, telur ayam ras Rp 7.500 menjadi Rp 9.500 per kilogram, kacang tanah Rp 9.000 menjadi Rp 10 ribu per kilogram, serta daging ayam broiler Rp 12 ribu menjadi Rp 17 ribu per ekor.
Daging sapi saat ini harganya Rp 55 ribu per kilogram dan diperkirakan akan naik hingga Rp 65 ribu sehari sebelum Lebaran. Sedangkan harga beras relatif stabil dalam tiga bulan terakhir. Beras jenis IR 64 (kualitas medium) misalnya di kisaran Rp 4.500, beras kelas sedang seharga Rp 5.500, dan beras paling bagus Rp 6.000 per kilogram.
Rr Ariyani





