Bulog Kesulitan Merealisasikan Pengadaan Beras
Kamis, 26 Oktober 2006 | 02:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan Umum Bulog mengaku kesulitan merealisasi pengadaan beras tahun depan. Bulog juga sulit membeli beras petani karena musim panen padi akan mundur seiring dengan telatnya musim hujan.
Direktur Utama Bulog Widjanarko Puspoyo mengatakan Badan Meteorologi dan Geofisika telah meramalkan musim hujan akan mundur satu-dua bulan dari kondisi normal. Musim hujan baru akan terjadi pada Desember, dari perkiraan sebelumnya akhir bulan ini.
Saat ini memang sudah terjadi hujan di sejumlah daerah. Namun, hujan tersebut hanya berlangsung singkat sehingga tak mampu menggemburkan tanah sawah.
Keterlambatan musim hujan, kata dia, akan mengakibatkan mundurnya awal musim tanam padi. "Petani ada kemungkinan baru akan menanam padi pada Desember mendatang dari biasanya pada Oktober," kata Widjanarko di Jakarta.
Mundurnya musim tanam padi itu otomatis akan memundurkan masa panen. Panen yang biasanya sudah berlangsung akhir Januari atau awal Februari akan molor menjadi paling cepat Maret 2007.
Permasalahannya, menurut dia, musim panen tahun ini sudah habis pada Oktober. Dengan begitu, selama November 2006 hingga Maret 2007, pasokan beras hasil panen petani ke pasar sudah jauh berkurang. "Bulog jadi kesulitan merealisasi pengadaan beras, termasuk membeli dari petani."
Target pengadaan beras Bulog tahun depan mencapai 2,6 juta ton. Target ini meningkat sekitar 500 ribu ton dibanding tahun ini sebesar 2,1 juta ton.
Dia menjelaskan beras sebanyak 1,9 juta ton itu akan digunakan untuk kebutuhan beras untuk masyarakat miskin. Sebanyak 700 ribu ton sisanya akan dipakai sebagai cadangan beras pemerintah dan mengantisipasi operasi pasar.
Namun, dia menegaskan, Bulog tetap akan membeli beras dan gabah gabah dari petani. Kebijakan itu harus dilakukan karena, sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2007, Bulog harus menyalurkan 1,9 juta ton beras miskin. "Kami tidak bisa keluar dari itu." katanya.
Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini menambahkan kesulitan Bulog membeli beras petani sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Sejak pintu impor beras ditutup pada 20 Januari 2004, target pengadaan beras perusahaan pelat merah ini tidak pernah tercapai.
Data Bulog menunjukkan dari target pengadaan 2,1 juta ton hingga Oktober saja perusahaan ini baru mampu membeli 1,42 juta ton beras. Angka ini masih lebih kecil dibanding 2005 dan 2004 masing-masing 1,6 juta ton dan 1,9 juta ton beras. Setiap tahun pengadaan beras Bulog sekitar 2-2,2 juta ton.
Ewo Raswa





