Kerja Sama MRT Ditandatangani Akhir November
Selasa, 31 Oktober 2006 | 17:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah Indonesia dan Jepang akan menandatangani perjanjian kerja sama proyek pengadaan transportasi masal Jakarta atau mass rapid transportation akhir November ini.
Pemerintah Jepang menawarkan pinjaman US$ 800 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun dengan komponen proyek dari Jepang 30 persen, Indonesia 30 persen, dan 40 persen ditenderkan secara terbuka. Menurut Menteri Perhubungan Hatta Rajasa kerja sama itu akan ditandatangani Menteri Keuangan kedua negara.
Pada tahap awal, pemerintah mengajukan pembiayaan untuk detail engineering design (DED) senilai US$16,5 juta kepada Jepang guna mengetahui nilai persis proyek MRT DKI Jakarta.
Kesepakatan pembiayaan MRT keseluruhan akan dilakukan setelah nilainya dapat dipastikan dengan DED. Tahap awal ini diperkirakan akan membutuhkan waktu satu tahun sejak perjanjian kerjasama ini ditandatangani. Setelah itu baru disepakati besaran nilai proyek yang sudah diketahui. Tahap selanjutnya adalah tender kontruksi. Diharapkan kontruksi bisa mulai dikerjakan pada akhir 2008.
Anton Aprianto





