Dua Pembangkit Baru PLN Rusak

Sabtu, 11 November 2006 | 01:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap yang bakal diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006 rusak.

Akibatnya, pembangkit yang seharusnya mengalirkan listrik sebanyak 600 megawatt (MW) untuk menambah pasokan listrik Jawa-Bali itu hanya mampu memproduksi 300 MW.

Pembangkit Cilacap itu bermasalah sejak pertama kali dioperasikan pada Februari 2006. Tiga bulan setelah dioperasikan, misalnya, unit 1 pembangkit rusak (Koran Tempo, 20/6). Sedangkan unit 2 yang seharusnya dioperasikan pada Juni lalu, hingga kini belum bisa beroperasi.

Sumber Tempo mengungkapkan pengoperasian pembangkit itu masih dilakukan oleh tenaga kerja dari Cina. Akibat kerusakan pembangkit buatan Cina tersebut, pasokan listrik Jawa-Bali defisit. "Seharusnya pembangkit baru itu bisa menambah pasokan listrik," ujarnya kemarin.

Pembangkit baru lainnya, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Cilegon, juga tidak beroperasi secara maksimal akibat kekurangan pasokan gas. Akibat berkurangnya pasokan listrik, beberapa wilayah di Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur terpaksa mengalami pemadaman.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menjelaskan kerusakan PLTU Cilacap akibat terjangan tsunami pada akhir Mei lalu. "Ada beberapa tangki timbun yang masih belum bersih dari pasir, sehingga dimatikan untuk persiapan peresmian," ujar Purnomo.

Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim mengatakan PLTGU Cilegon tidak beroperasi karena tidak mendapat pasokan gas dari China National Oil Offshore Corporation (CNOOC). "Gangguan pasokan karena ada masalah pada sistem pendingin," ujarnya.
NIEKE, ALI NUR YASIN






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: