PLN Perbaiki PLTU Cilacap
Selasa, 14 November 2006 | 08:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT PLN (Persero) telah melakukan sejumlah perbaikan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilacap menjelang peresmian oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini.
Penghentian pengoperasian pembangkit lantaran adanya penurunan tekanan hidrogen akibat kemasukan pasir.
Direktur Pembangkit dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim mengatakan penghentian pengoperasian pembangkit unit II PLTU Cilacap dimaksudkan untuk membersihkan pasir di pembangkit. "Dalam uji coba, kalau terjadi sesuatu, harus mematikan mesin untuk kemudian disempurnakan," ujarnya.
PLTU Cilacap, yang akan diresmikan Presiden, terdiri atas dua unit dengan kapasitas 2 x 300 megawatt. Pembangkit ini dibangun tiga tahun lalu. Biaya pembangkit buatan Chengda Engineering Corporation of China ini US$ 510 juta. Hingga kini, pengoperasian pembangkit dilakukan tenaga kerja asal Cina.
Pengoperasian unit I pembangkit dilakukan pada Februari. Namun, baru tiga bulan dioperasikan, pembangkit mengalami kerusakan.
Sejak saat itu, PLTU Cilacap tidak bisa beroperasi secara normal. Sedangkan pengoperasian unit II, yang seharusnya dilakukan Juni lalu, hingga kini masih dalam uji coba. Bahkan pada 6 November 2006, unit II tidak bisa beroperasi karena mengalami kerusakan.
Mengenai penggunaan tenaga kerja dari Cina, Manajer Teknik Pembangkitan PLTU Cilacap Matoin mengatakan tenaga kerja asing itu untuk membantu tenaga kerja PLN dalam mengoperasikan mesin. Dia menambahkan, keberadaan tenaga kerja Cina itu selama tiga tahun. "Itu adalah rentang waktu garansi mesin-mesin yang didatangkan dari Cina," ujar Ali.
Sedangkan pembangkit baru lainnya, PLTGU Cilegon, hingga kini belum bisa beroperasi karena tidak mendapat pasokan gas. Pembangkit tersebut merupakan pembangkit baru yang dibangun PLN. Kontrak pasokan gas dilakukan dengan kontraktor China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) selama 13 tahun mulai 2006.
Menurut Ali, PLTGU Cilegon sudah beroperasi sejak akhir pekan lalu setelah mendapat pasokan gas 40 juta kaki kubik per hari dari CNOOC. Pembangkit Cilegon hingga kini hanya mampu memasok 120 megawatt dari total kapasitas 740 megawatt.
Ali Nur Yasin/Nieke/Ari Aji HS





