HET Beras Provinsi Sulit Diterapkan

Jum'at, 24 November 2006 | 00:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Harga eceran tertinggi beras (HET) provinsi kemungkinan akan sulit diterapkan. Sebab kebijakan ini akan mengganggu perdagangan beras antar pulau.

Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi menjelaskan, penerapan harga patokan beras provinsi harus mempertimbangkan perdagangan antar pulau yang selama ini sudah berlangsung.

Jika harga beras di suatu daerah jauh lebih tinggi maka petani akan menjual sebagian besar berasnya ke daerah itu. Sehingga, "Bisa jadi yang menikmati keuntungan terbanyak adalah petani daerah lain," kata Bayu kepada Tempo di Jakarta, Rabu (22/11).

Kementerian Perekonomian, kata dia, masih belum menemukan formulasi terbaik dalam menerapkan kebijakan ini. Sehingga, sampai saat ini pemerintah belum memerintahkan daerah menyusun harga patokan ini.

ewo raswa

Topik :






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: