Tender Telepon Pedesaan Januari 2007
Jum'at, 01 Desember 2006 | 17:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mentargetkan pelaksanaan tender pembangunan jaringan telepon pedesaan (Universal Service Obligation/USO) dilaksanakan pada awal Januari 2007. Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil mengatakan, pembangunan USO didasarkan penetrasi telepon di Indonesia masih rendah.
Dia menjelaskan saat ini terdapat 43.000 desa dari sekitar 72.000 desa di Indonesia yang belum terjangkau fasilitas telekomunikasi, meski pasar telekomunikasi bergerak seluler sudah mencapai 50 juta pelanggan. "Kondisi itu memprihatinkan karena akan terjadi kesenjangan digital yang sangat tajam," kata Sofyan kepada Tempo, Jumat (1/12).
Juru bicara Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Gatot S. Dewa Broto mengemukakan pada 30 November 2006 Menteri Komunikasi dan Informasi sudah menandatangani Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 35/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan. Pada bulan ini diapastikan balai tersebut sudaj terbentuk. "Saat ini sedang dilakukan finalisasi di Departemen Keuangan," ujarnya.
Permasalahan utama dalam layanan telekomunikasi untuk daerah rural tersebut adalah penyediaan jaringan akses yang membutuhkan investasi dan biaya operasional yang cukup tinggi. Namun, payback period untuk menutupi biaya investasi dan operasional dibutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga tidak menarik bagi pelaku bisnis.
Untuk mengatasi kurangnya penetrasi telepon di pedesaan, pemerintah pada 2003 telah membangun jaringan di 3.013 desa dengan dana APBN sebesar Rp 45 miliar. Pembangunan dilakukan di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Kawasan Indonesia Timur. Kemudian pada 2004 pemerintah membangun 2.635 satuan sambungan telepon di 2.341 desa.
EKO NOPIANSYAH





