BTN Usulkan Penawaran Saham Perdana 30 Persen

Rabu, 06 Desember 2006 | 08:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Tabungan Negara (Persero) mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk melakukan penawaran saham perdana sebesar 30 persen. Penawaran saham ini rencananya akan dilakukan pada triwulan ketiga tahun depan.

Hasil dari penjualan saham perdana tersebut rencananya akan digunakan untuk menambah struktur permodalan BTN. "Perlu diingat, rencana ini bukan untuk divestasi (pelepasan saham), melainkan untuk penambahan modal supaya kapasitas penyaluran kredit lebih besar," kata Direktur Utama BTN Kodradi.

Saat ini seluruh saham BTN dikuasai oleh pemerintah. Dengan penawaran perdana itu, BTN akan termasuk perusahaan yang tercatat di lantai bursa.

Kodradi mengatakan, dengan dilakukannya penawaran saham perdana, dia optimistis modal BTN akan meningkat menjadi Rp 36 triliun. Hingga Oktober lalu, modal BTN mencapai Rp 31,9 triliun. "Lima tahun ke depan bertambah menjadi Rp 83 triliun," kata Kodradi.

Dengan struktur modal yang kuat tersebut, dia optimistis target pertumbuhan kredit BTN tahun depan akan menjadi Rp 22,193 triliun. Target tersebut mengalami kenaikan 22,04 persen dibanding tahun ini yang mencapai Rp 18,186 triliun. "Ini baru pertama kalinya. Belum pernah BTN mau ekspansi kredit sampai 22 persen," katanya.

Untuk memperkuat struktur permodalan, menurut Kodradi, ada dua opsi. Opsi pertama adalah menerbitkan obligasi. Sedangkan opsi kedua melalui penawaran saham perdana. "Nanti keputusan bergantung pada DPR dan pemerintah. Jika penawaran saham perdana disetujui, berarti tidak ada penerbitan obligasi," kata Kodradi.

Hingga saat ini penyaluran kredit BTN mencapai Rp 5,7 triliun dengan laba bersih Rp 311 miliar. Sedangkan tahun depan penyaluran kredit diharapkan mencapai Rp 7,9 triliun dengan laba bersih Rp 361,76 miliar.

Sementara itu, untuk realisasi rumah sederhana sehat, hingga 30 November 2006 mencapai 69.810 unit. Dibanding periode yang sama tahun lalu, realisasi rumah sederhana sehat mengalami kenaikan. Tahun lalu realisasinya 65.659 unit.

Suryani Ika Sari






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: