PLTGU Gresik Terancam Turun Kemampuannya
Rabu, 06 Desember 2006 | 08:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT PLN (Persero) menilai pengalihan sebagian pasokan gas Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Gresik, Jawa Timur, ke PT Petrokimia Gresik akan menyebabkan penurunan kemampuan (derating) pembangkit listrik itu.
Tapi penurunan kemampuan itu, menurut juru bicara PLN, Muljo Adji, bergantung pada jumlah pasokan gas yang berkurang. "Pengurangan (pasokan gas) berpotensi tak bisa dioperasikannya atau penurunan kemampuan blok 3 PLTGU Gresik," katanya.
Muljo menjelaskan, PLTGU Gresik memiliki dua blok dengan sistem dual firing, yakni bisa memakai bahan bakar minyak atau gas. Adapun blok 3 di pembangkit tadi hanya bisa memakai gas. Kini blok 1 menggunakan gas dan sebagian BBM, sedangkan blok 2 hanya memakai BBM.
Senin lalu, PLTU Paiton Unit VI milik Jawa Power yang berkapasitas 600 megawatt berhenti beroperasi karena mengalami gangguan main steam line. PLTU Paiton Unit VIII milik PT PEC (kapasitas 600 megawatt) yang terganggu sejak 7 November belum selesai perbaikannya. "Jawa-Bali malam ini (kemarin) defisit 121 megawatt," ucap Muljo.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menyiapkan dua skenario untuk mengalihkan pasokan gas untuk PLN ke PT Petrokimia Gresik akibat kerusakan pipa gas di area luapan lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Pengalihan ini atas permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla agar Petrokimia bisa lancar memproduksi pupuk.
Alternatif pertama, PLTGU Gresik tetap memakai gas tapi, jika kurang, akan diganti dengan BBM. Alternatif kedua, mempercepat perbaikan pembangkit listrik Paiton dan Suralaya yang interkoneksi ke Jawa-Bali, sehingga ada cadangan listrik yang bisa mengurangi beban PLTGU Gresik. Pasokan gas dari PLN berasal dari beberapa lapangan gas off shore, salah satunya lapangan Kodeco. Pasokan dari Kodeco inilah yang akan dibagi dengan Petrokimia. Selama ini Kodeco memasok gas untuk PLTGU Gresik.
Purnomo meyakinkan pasokan gas untuk Porong tak bermasalah, berbeda dengan pasokan gas untuk Petrokimia dan PLN di Gresik. Pasokan gas di Porong bisa ditanggulangi dengan penyambungan pipa baru. Mengenai pemindahan pipa Porong secara permanen, Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Lapindo sedang menyiapkan desain baru yang tak melewati daerah segitiga berbahaya.
"Lokasi pipa akan ditentukan oleh timnas dan Pertamina dalam waktu dekat," katanya Senin lalu. Ia mengaku belum bisa memastikan kapan relokasi tuntas.
Nieke Indrietta





