close

Realisasi Investasi Asing Sangat Kecil

Rabu, 06 Desember 2006 | 21:29 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Meski pemerintah acap kali melakukan penandatanganan persetujuan penanam modal dengan berbagai negara, kenyataanya realisasi investasi pada tahun 2006 ini sangat kecil. Komisi Keuangan dan Perbankan mencatat penanaman modal asing (PMA) hanya sebesar U$ 4,69 milyar untuk kurun waktu 1 Januari hingga 30 November. "Padahal penanaman modal asing yang disetujui disebutkan mencapai U$ 13,88 milyar," kata Tjahjo Kumolo, anggota Komisi Keuangan dan Perkembangan DPR kepada Tempo, Rabu (6/12).

Rendahnya realisasi investasi tersebut juga membuat proyek yang berjalan tidak sebanding dengan yang sudah ditandatangi pemerintah. Tjahjo menyebut ada 1.546 proyek yang sudah disetujui pemerintah, tapi yang berjalan hanya sebanyak 801 proyek. "Ini menunjukkan kunjungan presiden yudoyono ke 36 negara selama dua tahun tidak memiliki pengaruh apapun terhadap masuknya iklim investasi," ujar Tjahjo.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, di bandingkan pemerintahan sebelumnya, nilai investasi asing yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan hingga 45 persen lebih. Demikian halnya dengan investasi dalam negeri pun juga merosot. Realisasi invetasi dalam negeri hanya sebesar Rp16,91 triliun dengan proyek sebanyak 145 buah. "Padahal yang disetujui sebesar Rp 157.52 triliun dengan 192 proyek," ujarnya.

Berdasarkan data tersebut, Tjahjo menilai selama ini pemerintah hanya menonjolkan nilai persetujuan investasi yang hanya di atas kertas saja sementara realisasinya sangat kecil. Hal itu bertoalk belakang dengan janji yudoyono dalam kampanyenya. "Tidak jelas peran pemerintah dan juga Kepala BPKM dalam menari investasi. Rakyat mempertanyakan apa sebenarnya hasil kunjungan kerja presiden yang baru dua tahun sudah ke 36 negara," kata Tjahjo.

Imron Rosyid

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan