|
Pipanisasi Gas Kalimantan-Jawa Kemungkinan Batal
Rabu, 13 Desember 2006 | 10:23 WIB
TEMPO Interaktif, BONTANG:Pemerintah kemungkinan besar akan membatalkan rencana pipanisasi pengiriman gas dari Kalimantan ke Jawa. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan sejak potensi gas dari Cepu dan lokasi lain di Jawa diketahui, neraca gas Indonesia telah berubah.
Kalla mengatakan kemungkinan pasokan lapangan gas di Jawa dapat memenuhi kebutuhan industri di Pulau Jawa dan tidak diperlukan lagi transfer gas dalam jumlah besar dari Kalimantan.
"Kalau Cepu sanggup kenapa harus dari jauh," kata Kalla dalam sambutannya saat meresmikan RSUD Bontang, hari ini.
Menurut Kalla, perkembangan terakhir menunjukkan produksi gas di Kalimantan justru menurun sehingga jika dikirim ke Jawa bisa memukul industri setempat. Namun, kata dia, pembatalan tersebut tergantung kepada keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Wali Kota Bontang, Andi Sofyan Hasyam, menyatakan tidak setuju dengan rencana pemipaan gas ke Jawa. Menurutnya, sebelum ada pipa sudah banyak kilang yang tidak difungsikan dan ia khawatir pemipaan gas akan membuat lebih banyak kilang tidak berfungsi yang berujung pada pemecatan massal.
OKTAMANDJAYA WIGUNA
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ladang/ pengeboran minyak lepas pantai Belida milik Conoco dengan sistem pipanisasi gas alam bawah laut dari Natuna Ke Singapura yang dikenal dengan West Natuna Transportation System/ WNTS [ Dok Natuna; 20010316 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010429-116](/hg/photostock/2005/04/04/s_natuna51_high_thumb.jpg) |
![Pengeboran minyak di sumur Kayan I Cekungan Melawi Timur, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 1986. [ TEMPO/Junaini KS; 12C/221/86; 20000705 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20000716-079](/hg/photostock/2005/03/25/s_Minyak40_high_thumb.jpg) |
| Pengeboran Minyak Lepas Pantai Natuna
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|