close

Soal Bontang; Pemerintah Diminta Berkaca dari Arun

Kamis, 21 Desember 2006 | 12:07 WIB

TEMPO Interaktif, Kutai Kartanegara : Kebijakan pipanisasi gas dari Bontang menuju Semarang dinilai tidak efisien. Wakil Presiden Total E&P Indonesie Bidang Operasional, Hardy Pramono menilai, kebijakan itu berpotensi menimbulkan praktek ekonomi biaya tinggi. "Biayanya pasti mahal," ujarnya di Kutai Kertanegara hari ini.

Pembuatan pipa gas dari Bontang menuju Semarang semat menuai polemik. Bagi Masyarakat Kalimantan, rencana itu dikhawatirkan akan mengurangi cadangan gas. Pemerintah sendiri sedang mempertimbangakan rencana tersebut. Pasalnya, cadangan gas blok Cepu diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan.

Menurut dia, pemerintah hendaknya bisa belajar dari kasus pipanisasi pabrik gas Arun, Aceh. Sebab, kata dia, meskipun bermanfaat untuk kepeluan jangka pendek, saluran pipa Arun saat ini tidak lagi dapat dimanfaatkan untuk keperluan distribusi gas. "Apa nanti tidak nganggur," ujarnya.

Riky Ferdianto

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan